Blog

Tokjo, mengecilkan diri untuk memuliakan bapaknya

Totok Marjo RIPTokjo kependekan dari Totok Mardjo; Totok anaké Mardjo. Totok panggilan dari Mas Hermawan Aswindarto Agustinus, Mardjo panggilan Pak Soemardjo Thomas, bapaknya.

Tokjo jadi pembeda dari Totok lain. Tokjo juga jadi penanda ialah satu-satunya di muka bumi yang empunya nama ini. Hanya dia Totok anak Mardjo. Silakan buktikan.

Ia pergi lintas kota memperkenalkan produk ini, termasuk menemui Rektor De Britto Rm Kuntoro Adi SJ dan berpesan, “Guru-guru tidak boleh sakit.”

Apa arti “bagus” ketika aku mengomentari tulisanmu?

Tulisan mencerminkan isi kepala penulis. Cek tulisan, cek isi kepala penulis.

Tulisan mencerminkan isi kepala penulis. Cek tulisan, cek isi kepala penulis.

Mau tahu, jika saya berkomentar “bagus” terhadap suatu tulisan artinya apa?

Sebelum menjawab pertanyaan itu saya mau cerita.

Sebagai penulis dan pelatih penulis, saya kerap mendapatkan pertanyaan, “Mas, tulisan saya dinilai ya.” Saya selalu jawab, “Ya!” Apakah saya kemudian lekas menilai? Tunggu dulu.

Puasa bermedsos, cara detoks dari racun

Yang pernah bermanfaat jadi sampah. Sampah pun bisa kembali bermanfaat jika dibersihkan.

Yang pernah bermanfaat jadi sampah. Sampah pun bisa kembali bermanfaat jika dibersihkan.

Pagi ini sudah seperti yang kuimpi. Matahari belum meninggi tapi sinarnya sudah mendarat di jendela belakang kamar. Tidak kesiangan meski tak jua bangun pagi-pagi.

Kebiasaan lama, sebelum beranjak buka hape yang tertidur di samping kasur. Cek WA tiada pesan masuk. Tak ada warna hijau.

FB, IG, dan Twitter tak kubuka. Sejak semalam aplikas-aplikasi itu kunonaktifkan. Tepatnya aku “sign-out”. Semalam juga, pas pergantian hari, aku “left” dari semua grup WA, kecuali beberapa grup kerja dan grup keluarga inti.

Sama-sama berisiko, apa pentingnya pendidikan dan asuransi?

Pendidikan dan asuransi adalah bahasa lain dari berjaga-jagalah sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

Pendidikan dan asuransi adalah bahasa lain dari berjaga-jagalah sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

Pendidikan, yang tak pernah menjamin orang pintar dan sukses, kenapa diminati?

Sedangkan asuransi, yang tak pernah menjamin orang sehat dan hidup panjang, kenapa tak diminati?

Dua pertanyaan itu menggelitik saya. Semoga juga menggelitik anda. Maka, mari kita urai bareng secara ringan dan menyenangkan.