Blog

STIEBBANK, Revolusi Pendidikan Kewirausahaan Pertama di Indonesia

www.KampusPencetakPengusaha.com

Revolusi pendidikan kembali hadir dari Kota Pendidikan Yogyakarta. Hebat Group mengakuisisi sebuah perguruan tinggi terkemuka bernama @STIEBBANK. Grup yang dipimpin Master Bisnis @Putuputrayasa ini juga sekaligus membongkar sistem pendidikan STIEBBANK sebagai “kampus pencetak pengusaha”. Terobosan spektakuler ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Dengan tagline “kampus pencetak pengusaha”, matra kewirausahaan akan menjadi roh utama dalam proses pendidikan di perguruan tinggi yang berdiri sejak 1995 ini. Kewirausahaan akan mewarnai iklim akademik, bukan sekadar sebagai mata kuliah pelengkap.

Sejak minggu pertama, mahasiswa baru akan diajak untuk langsung terjun ke dunia bisnis. Sejak minggu pertama, mahasiswa sudah didorong untuk memiliki visi ke depan sebagai pengusaha. Praktisi bisnis sukses pun sudah dihadirkan sejak minggu pertama supaya mahasiswa langsung bersinggungan dengan pola pikir para pengusaha.

Menjadi Penonton #Ngayogjazz2012

Bertemu Kuncoro Kuncung di arena #Ngayogjazz2012, Minggu, 18 November 2012, berhamburanlah gojekan kere ini. Secara berseloroh namun serius, kami sepakat, “Hal yang tidak kita suka dari menonton pertunjukan di Jogja adalah bertemu terlalu banyak orang yang kita kenal.” Syahdan, lebih banyak bertegur sapa, dan ngobrol, ketimbang bertafakur menyimak pertunjukan secara khusuk.

Kuncoro Kuncung, seorang aktivis pertanian organik di Sleman itu terkekeh. Badannya yang kerempeng sejak saya kenal di zaman kuliah, jenggotnya yang memerah seperti rambut jagung, memancing tawa saya lebih lebar. Sudah lama saya tak bertemu dengannya. Terakhir, kami bertemu di upacara perkabungan almarhum Edi “Wedhus” Tanto, dedengkot pertanian alami yang layu akibat terlalu kerap cuci darah.

Sejenak kami tertawa bersama Garin Nugroho. Ia baru datang saat sore menjelang. Mungkin karena udara yang cukup dingin akibat mendung berkepanjangan usai guyuran hujan deras, sutradara #Soegija itu berdiri sambil menggembol tangan kanannya di saku celana. Jaket coklat yang “itu-itu saja” dikenakannya tanpa dikancingkan. Saya merogoh sakunya, memaksanya berjabat tangan. Sudah lama pula saya tak bersua dengan sutradara yang beranak dan bermenantu sutradara itu. Terakhir kami ngobrol di joglo rumahnya di Jogja soal buku “sejarah film” yang sedang disusunnya. Saya dan Dyna Herlina, penggiat film yang penulis dan dosen, diundang membantunya membesut gagasan itu. Sayang, naskah itu kusut, tak berlanjut hingga kini. Atau semoga sudah terbit tanpa saya tahu. Jika toh belum terbit, saya menuduh, Garin sedang menunggu satu babak dalam hidupnya yang akan penting dicantumkan di dalam buku, yakni menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah–entah jadi atau tidak pencalonan itu. Alangkah kasar tuduhan saya.

@STIEBBANK: Kampus Pencetak Pengusaha

www.KampusPencetakPengusaha.com

Oleh guru saya Master Bisnis @Putuputrayasa, saya dipercaya menjadi partner kerjanya untuk menggarap @STIEBBANK di Jogja. @STIEBBANK semula memosisikan diri sebagai sekolah tinggi ilmu ekonomi dengan konsentrasi di ilmu bisnis dan perbankan dengan 2 jurusan pokok manajemen dan akuntansi. Oleh Putu Putrayasa, kampus yang sudah berdiri sejak tahun 2000 itu dibeli, diakuisisi. Mulai Februari 2013 sudah menerima mahasiswa baru. Ya, gerak sangat cepat!

Supaya saya bisa mencerap spirit baru kampus yang tagline-nya menjadi “Kampus Pencetak Pengusaha” itu, saya membuntuti @Putuputrayasa mengunjungi kampus yang berlokasi di Jl Magelang Km 8 Mlati Sleman tersebut. Kampusnya masih kusam. Tim arsitek kami sedang merampungkan gambar kampus baru. Ada pembenahan, ada perombakan, ada pendirian bangunan baru.

Sistem pendidikan juga disegarkan sesegar-segarnya. Supaya setiap sarjana yang lulus menjadi pengusaha tangguh, bobot perkuliahan pun menitikberatkan praktik berbisnis 75% dibandingkan kupas literatur. Teori penting, praktik lebih utama. Sedari minggu pertama, mahasiswa sudah akan dihanyutkan ke arus deras sungai bisnis. Praktisi bisnis terkemuka kami kirim menjadi mentor supaya mahasiswa tangguh dalam melampaui setiap jeram yang menikam.

Incoming search terms:

  • STIEBBANK Yogyakarta
  • kampus pencetak pengusaha
  • kampus STIEBBANK

Semboyan 35

Semboyan 2B: hati-hati

Di dunia perkeretaapian dikenal istilah “semboyan 35”. Sedemikian terkenal istilah ini. Padahal, secara keseluruhan ada 51 semboyan (tolong koreksi jika salah) yang mengatur dinamika perjalanan kereta api. Semboyan-semboyan itu dalam wujud suara, bentuk, dan warna. Masinis wajib menaati semua semboyan itu supaya perjalanan kereta selamat. Petugas pengatur perjalanan kereta api dan penjaga palang pintu pun wajib ingat kapan meniupkan atau melambaikan semboyan tatkala kereta api melintas. Saat semua berjalan lancar, amanlah semua.

Mengapa “semboyan 35”  demikian populer? Saya tidak tahu. Saat menulis ini pun saya tidak terlebih dahulu bertanya atau mencari tahu. Padahal beberapa teman saya penggila kereta api. Nanti, sesudah menaikkan tulisan ini, saya hendak menelisik tahu. Atau, jika sidang pembaca punya jawabnya, sudilah mengirim kabar kepada saya.

Incoming search terms:

  • semboyan 35 railfans tegal