Blog

“Tangan-Tangan” Tangan Ibu

“Tangan-Tangan” karya Lilik Soekoer

Sudah setengah tahun buku “Tangan-Tangan” ini terbit dan beredar di toko buku. Sudah hampir setengah tahun buku ini diluncurkan di Kopi Tiam Oey yang adalah rumah semasa kecil si penulis.

Di hari yang istimewa ini, hari Ibu, saya ingin membagikan catatan saya atas buku yang ditulis Lilik Soekoer ini. Catatan lisan sudah saya sampaikan sewaktu saya diundang menjadi salah satu pembahas buku saat peluncuran.

Sejatinya, sempat ada rencana merilis tulisan ke media massa. Saya sudah menulisnya. Saya sudah berjanji pada penulis untuk mengirimkannya. Namun urung.

Saya ingin membuat catatan personal. Di rumah saya, bukan di rumah orang. Di blog saya, bukan di koran. Bisa berpanjang-panjang, bisa lebih leluasa. Lebih mengalir tanpa tuntutan menjadi “ilmiah”, “berbobot”, “sesuai dengan pembaca”, dan seterusnya. Bisa memilih waktu publikasi: hari Ibu.

“Tangan-Tangan” adalah buku yang ditulis seorang ibu. Ibu yang komplit. Ada ketegaran. Ada ketekunan. Ada kegundahan. Ada kegembiraan. Ada kesedihan. Ada cinta!

Cepat Copet Cepot

Menulis cepat presentasi @Putuputrayasa

Saat ini saya sedang menjadi pembicara seminar “Bagaimana Mendulang Sukses dengan Menulis” di STIEBBANK “Kampus Pencetak Pengusaha” bersama Business Master @Putuputrayasa. Putu Putrayasa sedang membombardir peserta dengan rudal-rudal ide seputar apa pentingnya menulis. Saya menanti giliran berikut sembari merebut perhatian peserta. Nanti, di sesi kedua, saya harus tampil lebih menarik, syukur lebih bagus.

Sembari menanti, saya menulis. Sembari menulis, saya mendengarkan. Sembari mendengarkan, saya menandai apa yang penting, apa yang menarik, apa yang penting dan menarik, dan apa yang berdaya jual.

Incoming search terms:

  • putu putrayasa penipu
  • putu putrayasa penipuan

Sudah Berdiri, Pers Mahasiswa STIEBBANK

www.KampusPencetakPengusaha.com

Hanya sehari setelah CEO @Putuputrayasa menyampaikan seminar “Wajah Baru @STIEBBANK: Kampus Pencetak Pengusaha”, orang-orang muda luar biasa itu langsung bergerak. Mereka bersepakat mendirikan pers mahasiswa. Usai seminar, pada beberapa mahasiswa yang masih mencecerkan diri di tangga, saya mengajukan permintaan kepada mereka.

“Besok, usai shalat Jumat kita ketemu di sini pukul 14.00 wib. Saya minta teman-teman membawa majalah-majalah kampus lain untuk kita diskusikan.” Kami berpencar.

Incoming search terms:

  • stiebbank
  • www kampuspencetakpengusaha com
  • STIEBBANK JOGJA 2013
  • alamat stiebbank