Blog

Lelaki di Sangalaki

Bukan hanya untuk lelaki, namun banyak kisah lelaki di Sangalaki. Sangalaki juga untuk perempuan karena banyak inspirasi tentang sifat-sifat keibuan di sini.

 

Ubur-ubur di perairan Sangalaki (foto @DittoBirawa | Nikon Coolpix AW120)

Ubur-ubur di perairan Sangalaki (foto @DittoBirawa | Nikon Coolpix AW120)

Hampir tengah malam ketika seseorang mengetuk kamar kami. Ketukan lirih ini begitu jelas terdengar. Saking sunyinya, suara mendesis saja terendus.

Saya belum tidur ketika orang itu membuka pintu sambil berujar, “Jadi lihat penyu bertelur, Mas?” Tanpa pikir panjang, saya sahut, “Sekarang?” Di balik pintu yang gelap saya lupa wajah petugas resort itu. Jika petugas itu membaca tulisan ini, izinkan saya mengucapkan terima kasih. Malam itu saya lupa mengucapkannya.

Sore sebelumnya, petugas resort memang berjanji, pukul berapa pun kami akan dibangunkan jika ada penyu hijau (Chelonia mydas) yang menepi untuk bertelur. Kami sempat ragu sebab malam sebelumnya tak satu penyu pun berlabuh di Sangalaki, pulau tempat kami menginap dua malam ini. Mungkin mereka malu kepada kami. Atau mungkin mereka sedang mengamati dari jauh apakah kami orang baik yang tidak akan mengganggu mereka.

Pengangkut Harapan

Cinta tanah air itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Orang gila yang sanggup mewujudkannya.

Sambil mengucapkan terima kasih kepada Bli @MadeAndi atas undangannya, saya tuliskan catatan ini. Bahwa Rabu, 30 April 2014, saya menghadiri “Entrepreneurship Talk bersama CEO of Susi Air” di Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Teknik UGM. Duduk di baris kedua dari depan, bersebelahan dengan Mbak Listiya—alumni Geodesi yang kini bekerja di grup Susi Air, saya dan 250-an hadirin antusias menyimak cerita Susi Pudjiastuti, pembicara tunggal yang adalah CEO Susi Air dimaksud. Selanjutnya saya sebut beliau Ibu Susi.

Mahasiswa-mahasiswa saya sedang sibuk jadi penghelat acara (event organizer) pameran pangan dan komputer di Jogja Expo Center (JEC), sedang yang lainnya kuliah atau sibuk dengan bisnisnya, sehingga saya datang seorang diri. Seorang diri pula tampaknya saya sebagai pendengar yang datang dari “luar teknik”. Sebagian besar adalah mahasiswa teknik yang berminat mengetahui sepak terjang salah satu perusahaan di dalam grup Susi Air, yakni Geosurvey, “The Airborne LiDAR Company”. Tentang perusahaan penginderaan ini silakan telusuri di sumber-sumber informasi lain.

Saya akan cerita tentang pemetaan versi saya, yakni pemetaan atas sosok Ibu Susi beserta pemikiran dan tindakannya. Saya berminat memodel secara NLP (Neuro-Linguistic Programming) sosoknya supaya bisa menularkan kepada mahasiswa saya yang kini sedang bertaklim menjadi pengusaha. Ya, sudah saatnya Indonesia memiliki banyak sosok gila seperti Ibu Susi ini.