Blog

Nikmati Hidup. Sesekali Pergi Tanpa Tujuan!

Spontanitas itu deposito berharga yang boleh dicairkan sewaktu-waktu, meski dengan risiko kena pinalti. Dan seperti deposito, spontanitas hanya bisa dicairkan jika ada saldonya.

Seperti semalam. Spontan saja saya dan Kang Herman Joseph Sriyanto(Joyo) bersepakat untuk bertemu dengan suami-istri Juan Constantine Elang Perkasa (Elang) dan Nastiti Pamuji Tri (Nina). Kami bermufakat saat saya baru saja kelar membawakan sesi “presentasi efektif” untuk para instruktur BLK Kementerian Tenaga Kerja bersama Haryo Bimo Utomo,Teddy W Laurentius, dan Putera Lengkong dari Ekselensi Training Indonesia. Salah satu hasil belajar bersama hari itu: presentasi harus bertujuan. Seikat!

Bu Yani Kopi Klotok, Pemilik yang Memiliki

Selain kopi klotoknya istimewa, masakan pawonnya lezat, bangunan limasannya teduh, dan pemandangan sawah sekelilingnya yang hijau, keistimewaan nongkrong di Kopi Klotok Kledokan-Pakem ini adalah bersua langsung dengan pemiliknya.

Bu Yani, si pemilik, ikut melebur bersama karyawannya meladeni pelanggan. Mencarikan tempat duduk, menyuguhkan minuman dan makanan, hingga meloroti gelas terpakai ia lakukan dengan santai. Tak tampak ia sebagai pemilik.

Tempo hari, saat saya dan Teddy W Laurentius rapat kecil dokudoku.id, beliau menemani kami ngobrol. Saat itu tempat penuh sehingga kami menumpang di teras rumahnya, sekompleks dengan warung. Saat mendapati tangan kami belepotan minyak usai menyantap pisang goreng, Bu Yani mengutus anak perempuannya mengambilkan tisue dari dalam rumahnya.

Incoming search terms:

  • pemilik kopi klotok pakem
  • owner kopi klotok
  • kopi klotok seturan
  • kopi klotok pakem
  • kopi klotok pakem pemilik
  • pemilik kopi klotok seturan
  • pemilik kopi klotok zainal
  • pemilk kopi klothok
  • sejarah warung klotok jogja

Yang Sudah Berbagi Dapat Bagian

Suster Regina Siu, OSU, sudah menulis dua buku. Salah satunya berjudul “Romantika Hidup Membiara” (Penerbit Obor). Tokoh penceritanya bernama Suciati.

Darinya saya belajar tentang kerendahan hati. Bahwa “sudah” bukan berarti “selesai”. “Sudah” berarti “ada yang belum”.

Sudah menulis buku, dan direspons bagus oleh pembaca, tak menyurutkan langkahnya untuk belajar cara lain menulis buku. Saya tersanjung ketika ia ikut dalam kelas menulis yang saya fasilitasi. Duduk di paling depan pula, lengkap dengan banyak pertanyaan yang kerap dilontarkannya untuk memperjelas pemahaman.

Rahasia MLM yang Biarlah Tetap Rahasia

Ajakan untuk pijat tradisional “balur” di perbukitan Menoreh siang tadi sulit untuk ditampik. Selain badan sedang pegal karena beberapa perjalanan antarkota dalam beberapa pekan belakangan, kesempatan belajar langsung dari “mentor kaporit” Among Kurnia Ebo terlalu mahal untuk dilewatkan.

Jadilah siang hingga dinihari ini saya berkesempatan mengunduh banyak ilmu dari pembicara seminar dan workshop enterpreneurship yang kelasnya selalu membludak peserta ini. Ditemani Gus Nugraha Saputra, internet marketer yang menolak disebut mastah, hari ini saya beruntung dilimpahi banyak rahasia menulis copywriting yang sudah terbukti mengantarkannya jadi pembicara RichPreneurship di berbagai kota, melancong ke 56 negara di 5 benua tanpa bisa bahasa Inggris, menraktir makan sate klatak berapa pun teman yang datang di Klatak University setiap Selasa malam, dan tentu saja beribadah-bersedekah tanpa batas setiap saat.

Bakso Ito, Energi Menulis Terbarukan

Setiap ke Jogja, Mas Herry Gendut Janarto selalu mengajak saya ketemu di Bakso Ito. Juga malam ini.

Sore tadi beliau menelpon saya. Langsung saya iyakan, menggeser agenda lain menyunting naskah buku.

Selalu penuh gelak tawa bertemu dengan penulis biografi Teguh Srimulat, Bagito, dan Didik Nini Thowok ini. Ada saja kelucuan yang dilontarkan pensiunan dini wartawan Majalah Bobo ini. Juga selalu ada ketegasan pesan dari penulis biografi beberapa jenderal ini, “Terus berkarya, Kun!”