Blog

Pokemon Go vs Go Kepomen

Pokemon Go vs Go Kepomen

kiri-kanan: AA Kunto A, Irwan Kintoko, Dokter Agung

Alih-alih setuju atau menolak, saya memilih untuk memodifikasinya sebagai sarana belajar. Didukung oleh dua sahabat Dokter-penulis Stephanus Agung Kristianto dan jurnalis Heribertus Irwan Wahyu Kintoko, kami menggubah (bukan mengubah) Pokemon Go menjadi Kepomen Go. Bersyukur, Kepala SMP St Angela Bandung, Sr Yayah OSU mengizinkan 475 siswa-siswinya memainkan “permainan bergerak berbasis augmented reality” di lingkungan sekolah.

Dua hari, 21-22 Juli 2016, kami memainkannya dalam acara Journalistic Camp yang diikuti seluruh siswa kelas 7,8, dan 9, yang juga didampingi seluruh guru tersebut. Seru, anak-anak sangat antusias memainkannya. Padahal, baru sebagian yang sudah memainkannya sebelumnya. Alhasil, dalam dua hari saja seluruh siswa sudah kemasukan virus Pokemon Go.

Arus Balik

Kembali, yang pergi itu kembali. Ke tempat semula ia kembali. Pergi dan kembali itu seperti aliran sungai. Mengalir […]

Balik Nama

Facebook menghalang-halangi saya. Saya nggak bisa lagi masuk ke akun saya sebagai “CoachWriter Kunto”. Saatnya sudah tiba. Seperti […]

Kuntoversial

Kuntoversial kontroversi KuntoGuru menulis saya, sebut saja namanya Gulis, mewasiatkan kepada saya bagaimana membuat tulisan yang dibaca. “Jangan menulis supaya disukai pembaca. Pembaca yang menyukai tulisanmu tak menambahkan apa pun pada karyamu.”

Belum sempat mengangguk atau menggeleng, Gulis hengkang dari kursi goyangnya. Itu perjumpaan terakhir saya dengan punggungnya. Selepas bayangan ia melayang dari pandangan. Hanya tinggal dalam kenangan.

Entah, ia sudah masih hidup atau sudah muksa. Yang terang, ujarannya kerap menghantui. “Tulisanmu nggak berarti apa-apa bagi yang menyukainya. Namun, ia akan mengganggu mereka yang tak menyukainya,” kuping saya mendenging tiap mengingatnya.

Salah Ahok!

Mereka teriak-teriak terjebak macet panjang dan lama di tol Brebes. Lagi-lagi mereka menuding pemerintah tak becus bekerja. Saya […]