Blog

Juri Doa: Siapa Pemenangnya?

IMG_20160805_094610

Kiri-kanan: Pak Hasto (Wakil Ketua LPSK), Pak Semendawai (Ketua LPSK), dan saya. Batik oleh: Bilik Batik

Setiap diundang menjadi juri lomba menulis, saya gelisah. Saya sadar, menulis ada dalam lingkup kompetensi saya. Tapi juri? Sama sekali bukan.

Jika ditanya, saya lebih suka mengajar, memfasilitasi, dan melatih orang dari belum bisa menulis menjadi bisa, dari bisa menjadi lancar, dan lancar menjadi ahli. Saya senang, orang lain senang.

Tapi menjadi juri? Saya harus menjatuhkan keputusan bahwa ada tulisan yang bagus, dan layak menang; selebihnya masuk keranjang. Akhirnya ada sedikit yang senang, dan ada lebih banyak lagi yang murung. Saya keduanya: senang karena bikin senang, sekaligus sedih karena bikin murung.

Incoming search terms:

  • doa untuk orang yang jadi juri

Tanggalkan Gelar Jika Tak Mampu Menulis Benar

Benar, gelar dan jabatan tak selalu mencerminkan isi kepala—apalagi isi hati.

Lebih dari setahun saya mengampu redaksi sebuah koran. Sesebentar itu pula saya menyiapkan portalnya. Sekaligus, ya menyelamatkan edisi cetak—yang sudah “senjakala” menurut seorang redaktur koran ibu kota—ya mengibarkan medium barunya.

Secara khusus, selain menjadi pemimpin redaksi, saya mengasuh rubrik inspirasi. Rubrik ini berisi esai-esai para penulis dengan semangat menggugah sesuatu, mencerahkan, dan oleh karenanya disajikan ringan. Beberapa bulan belakangan, karena redaktur pengampunya pensiun, saya didapuk menggantikan mengelola rubrik opini di halaman dalam. Oh ya, karena semangatnya, rubrik inspirasi ditampilkan di halaman depan, di atas berita utama.

Tanggalkan gelar jika tak mampu menulis benarSebelum ini saya adalah penulis opini di media massa. Saat menulis, dan mengirimkan ke redaksi media massa, yang ada dalam benak saya adalah selera redakturnya. Maka penting bagi saya mengenali redaktur media massa demi memastikan tulisan saya dimuat. Mengenali berarti memahami topik apa yang paling besar peluangnya dimuat, gaya bahasa seperti apa yang disukai, serta pantangan apa yang diemohi.