Blog

Menguji Pemimpin, Untuk Orang Lain atau Diri Sendiri?

Menguji Pemimpin Menguji Pengikut

Pada zamannya, ada figur otoritatif yang berdehem saja pengikutnya sudah bergerak. Bahkan, pemimpin membisu pun pengikut sudah riuh membincangkan lalu menebak-nebak kira-kira pemimpin mereka sedang orasi apa di langit-langit mulutnya.

Figur yang demikian pun beragam watak. Ada yang bersikukuh diam, supaya pengikutnya berpikir keras bagaimana menafsirkan mimik pemukanya. Ada yang sesekali mendehem, sambil menyertakan beberapa cuil kata kunci, supaya pengikutnya ada peregangan otot sehingga lincah jika sewaktu-waktu digerakkan sungguh-sungguh. Ada juga pemimpin baper, sedikit-sedikit curhat, supaya pengikutnya tak sempat rehat dan terus gelisah.

Mau Jangka Panjang? Didik Manusianya!

Bisnis Itu Mendidik ManusiaBali, bagi banyak orang, adalah cerita tentang keindahan alam, pesona masyarakat tradisi, dan tuturan tentang kenangan-kenangan yang terbingkai dalam cerita perjalanan wisata.

Bali, bagi banyak orang, adalah layaknya daerah lain: tempat bekerja, tempat berbisnis, tempat studi. Ada cucuran keringat namun bukan karena berjemur di pantai. Ada tawa namun bukan karena luapan kegembiraan usai bermain air. Ada senyap namun bukan sepi karena aura mistis yang melingkupinya.

Saya banyak mendengar cerita dari Endi Teguh Syah Purba dan Humanity Citra tentang bagaimana kehidupan di Bali, utamanya tentang bisnis. Ada hal mendasar yang perlu dibenahi dalam bisnis kebanyakan di Pulau Dewata ini. Bahwa bisnis bukan semata membuka atau mendirikan. Bisnis adalah tentang merawat dan membesarkan.