Akhir Batas, Inikah Berkah Covid-19?

Pandemi covid-19 membatasi pergerakan namun tak boleh membatasi kreativitas. Teknologi digital solusi belajar jarak jauh.

Pandemi covid-19 membatasi pergerakan namun tak boleh membatasi kreativitas. Teknologi digital solusi belajar jarak jauh.

Undangan menjadi fasilitator ekskul “creative writing” dari SMAK Penabur Bandar Lampung saya sambut dengan antusias. Bukan karena siap, melainkan karena tertantang untuk beradaptasi dengan kebiasaan belajar-mengajar jarak jauh.

Bukan. Saya tidak jadi guru yang menerangkan teori menulis. Saya tidak jadi mentor yang mencontohkan pengalaman menulis saya. Saya pun tidak jadi trainer yang melatih kecakapan menulis.

Saya tidak tahu akan berperan sebagai apa. Coach? Membuka kesadaran siswa akan potensi kemampuan yang bisa mereka kembangkan seluas-luasnya? Bisa jadi iya namun untuk sementara saya simpan dulu.

Baru siang ini saya akan memulai. Rutin tiap pekan. Berbulan-bulan ke depan. Tanpa tatap muka, murni tatap layar. Saya bisa hadir dari mana pun, siswa juga bisa hadir di mana pun.

Tentu saya ada konsep, ada penawaran ide, dan ada imajinasi akan hasil akhir program ini. Tapi, sekali lagi, saya simpan. Hanya saya bocorkan ke penyelenggara kegiatan dengan pesan, “Untuk memancing usulan dari siswa. Nanti usulan mereka yang kita pakai.”

Berubah total. Saya pegang sikap ini. Bahwa pandemi sudah mengubah cara berpikir, metode belajar, model komunikasi, dengan hadirnya perangkat belajar digital di genggaman generasi kini. Sudah, masa depan sudah di tangan mereka sejak sekarang. Hidupi hidup mereka niscaya ada kehidupan lebih baik ke depan.

Mudah? Tentu tidak? Ikhlas? Terpaksa. Mau? Mau nggak mau.

Perubahan ini sungguh tidak nyaman. Namun, menolak perubahan jauh lebih tidak nyaman. Mengikuti perubahan pun tak nyaman.

Lalu? Kemudikan, atau minimal navigasikan, perubahan. Lah, peta barunya masih kosong… Bikin jalur baru! Bukan lagi “blue ocean” tapi meluas tanpa batas “blue ocean sky”. Izinkan pikiran membayangkan masa depan yang begitu luas tanpa batas.

Berkat covid-19. Daripada berusaha menjawab kapan wabah ini akan berakhir, tidakkah lebih baik pertanyakan bagaimana berubah tanpa kenal akhir?

@AAKuntoA | 13082020

Leave a Reply

Your email address will not be published.