Business Coaching

Coaching membangun motivasi dan aksi dari dalam.

Coaching membangun motivasi dan aksi dari dalam.

Minggu ini, saya sedang melakukan penilaian (assessment) terhadap 36 klien. Mereka mengajukan diri mengikuti sesi coaching bersama saya. Berbagai tema mereka sodorkan: kehidupan, karir, dan bisnis.

Dalam tulisan ini, saya ingin bercerita secara ringkas bagaimana coaching kini semakin favorit sebagai metode penggalian potensi untuk mencapai performa tertinggi pebisnis atau entitas bisnis. Peran coaching dalam bisnis kian besar. Banyak bisnis berkembang jauh lebih pesat ketika pengelolanya mulai membuka diri menjalani coaching. Coaching membuka banyak pintu pengetahuan, kesadaran, dan aksi untuk mencapai mimpi terbesar seorang pebisnis atau sebuah badan usaha.

Mengapa coaching? Karena metode ini mampu mengantarkan seseorang menemukan sendiri potensi-potensi terbaik yang ia punya. Perlu digarisbawahi: menemukan sendiri. Ini yang membedakan dengan metode lain seperti training dan mentoring. Dua metode terakhir memiliki kekuatan “memberi tahu”, “menunjukkan jalan”, dan “menggurui”. Metode-metode tersebut cocok untuk menurunkan instruksi. Faktor eksternal yang mendorong orang bergerak.

Sedangkan coaching memiliki kekuatan “menggali”, “menimba”, dan “memberdayakan” dari dalam. Efeknya, orang/klien bergerak atas kesadaran sendiri, seolah ia sendiri yang menemukan alasan dan cara untuk bergerak.

Bagaimana metode coaching bekerja? Sederhana saja. Hanya mengandalkan pertanyaan. Seorang coach bertugas menuntun klien menjawab pertanyaan. Ya, seorang coach hanya bertanya. Menariknya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat terstruktur:

Pertama, apa yang menjadi tujuan/mimpi seorang pebisnis? Kapan kira-kira mimpi itu akan sudah tercapai? Seperti apa bentuknya? Semakin detil jawaban atas pertanyaan tersebut, semakin terang-benderang mimpinya.

Kedua, ketika mimpi itu tercapai di waktu yang akan datang, seperti apakah suasananya? Gambarnya? Perasaan? Suaranya? Jawaban atas pertanyaan ini akan membimbing klien berangkat sukses dari hasil akhir yang ia inginkan.

Ketiga, untuk mencapai hasil terbaik yang diinginkan tersebut, langkah-langkah terbaik apa saja yang mau dimulai sejak sekarang sampai waktu-waktu berikutnya? Sebagaimana seribu langkah dimulai dari langkah pertama, demikian juga dalam bisnis, butuh aksi konkret yang terukur dari sisi waktu, cara, dan parameter penilaiannya.

Menurut metode coaching ini, kebahagiaan tertinggi seorang pebisnis adalah ketika ia menyadari punya kemampuan luar biasa untuk mengantarkan dirinya ke puncak sukses.

 

Salam hebat,

@AAKuntoA

http://aakuntoa.com | aakuntoa@solusiide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *