Blog

Tidak Semestinya Saya Cerita Ini: Bali

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Jika dituruti, setiap hari saya bisa ngopi dan begadang di luar rumah. Sebab, setiap hari selalu saja ada teman atau kolega yang datang ke Bali.

Dari yang datang, hampir semua meninggalkan jejak digital. Jika tak woro-woro di grup WA, “Bro, ada yang tinggal di Bali nggak, ya? Gua ada training di Seminyak nih,” ya pasang status di FB lengkap dengan penanda sedang di bandara asal menuju “Ngurah Rai International Airport Denpasar”.

Tanpa Rokok: Bincang Bisnis Media

Ngopi bareng Fauzan Marassabesy

Ngopi bareng Fauzan Marassabesy

Sama-sama tinggal di Bali, sama-sama sering dapat tugas ke luar Bali. Maka, selagi tak ke mana-mana, berharga sekali perjumpaan seperti ini.

Ada banyak kesamaan cerita yang menautkan kami. Kami sama-sama pekerja media massa. Oh, lebih tepatnya, saya pernah, Mas Oezanee Marssy (Fauzan Marasabessy) masih aktif. Saya di redaksi, Mas Fauzan di bisnis. Ia sekarang Direktur Tribun Bali & Pos Kupang Kompas Gramedia.

Membaca Tanda Kematian

Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong, sedang menghampiri siswi-siswi SMK Pariwisata dan Kelautan Ancop di asrama mereka di Likotuden. Sekolah ini baru berdiri tahun ini.

Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong, sedang menghampiri siswi-siswi SMK Pariwisata dan Kelautan Ancop di asrama mereka di Likotuden. Sekolah ini baru berdiri tahun ini.

Berjuluk “sripaholic” (Jw, sripah: kematian), lama-lama saya mulai mencermati tanda-tanda kematian. Juga membaca mana kematian yang pantas dirayakan dan mana kematian yang berujung batu kutukan.

Tidak. Kali ini tidak tentang kematian manusia melainkan kematian organisasi. Tentu, ada manusia di organisasi. Tentu, kematian organisasi tak lepas dari kematian manusianya. Sebab, organisasi hanya ada jika ada manusia di dalamnya, yang menggerakkannya, dan yang kemudian menghentikannya.

Incoming search terms:

  • nama siswa smk ancop likotuden
  • tanda kematian

Sering Ditolak, Agen Literasi Seperti Agen Asuransi

Teknologi sudah berganti; ada yang sejak zaman itu hanya ingin dan ingin...

Teknologi sudah berganti; ada yang sejak zaman itu hanya ingin dan ingin…

Akhirnya saya tahu persamaan menulis dan asuransi. Lebih spesifik lagi nanti saya ungkap persamaan memasarkan pelatihan menulis dan memasarkan produk asuransi. Kalau boleh disebut sih persamaan agen literasi dan agen asuransi. Nah!

 

Mau menulis tapi tidak sekarang

Sebagai pengajar menulis, saya kerap mendapatkan tanggapan seperti ini:

“Mas, sebenarnya saya pengen belajar menulis. Tapi nggak punya ide dan nggak punya waktu.”

Bagi-Bagi Ide, Mudahkan Tulisan Diingat

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Tujuan pelatihan menulis (writing training) itu sederhana: peserta bisa menulis. Itu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Pelatihan menulis yang berhasil adalah pelatihan yang membawa peserta “dari tidak bisa menjadi bisa”, “dari bisa menjadi biasa”, dan dari “biasa menjadi otomatis”.

Untuk itu, sebagai pelatih menulis, setiap kali mendapatkan undangan untuk mengisi pelatihan, saya selalu menerjemahkan tema yang diberikan supaya bisa saya konkretkan. Saya tidak mau mengisi pelatihan menulis dengan tujuan yang keliru: membuat peserta tahu teori menulis.