Blog

Kuburan Digital

Subiakto: Jogja itu ya gudeg! (Foto: AA Kunto A)

Subiakto: Jogja itu ya gudeg! (Foto: AA Kunto A)

“Kalau namamu nggak ada di Google, matilah…,” vonis Subiakto Priosoedarsono, dalam sepotong percakapan di suatu parkiran hotel yang disulap menjadi tempat mengudap, Jumat (25/3)┬ásiang.

Pak Bi, sapaan orang-orang pada lelaki asal Solo yang lebih suka bekerja solo ini, dikenal sebagai pakar pencitraan. Publik menjulukinya “pakar branding”. Google dengan cepat menyuguhkan sosoknya, dan situs subianto.net, atau akun berkicau @subiakto, ketika kita mengetikkan dua kata kunci itu di mesin pencari.

“Padahal saya nggak suka disebut pakar. Pakar itu tahu teori. Saya praktisi. Tapi orang protes kalau saya mengelak disebut pakar branding,” Pak Bi serius.

Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Sekolah

IMG_20160220_225803_459Media sosial itu baik atau buruk? Media sosial itu ada manfaatnya nggak? Boleh nggak bermedia sosial di lingkungan sekolah?

Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat dari belakang kepala peserta FGD (Forum Group Discussion) pengelola Sekolah Ursulin se-regio Jawa Tengah dan Jawa Timur, di Solo, Jumat (19/2). Saya diminta sebagai fasilitator.

Sebagai fasilitator, tentu tugas saya tidak memberondongi materi. Tugas saya adalah menggali potensi yang mereka punya dan memetakan bagaimana optimalisasinya.

Incoming search terms:

  • promosi sekolah d medsos

Rahasia Menulis Buku Laris

Sebelum belajar tentang bisnis, dan bekerja sebagai jurnalis di sebuah majalah pemasaran nasional, saya tidak tahu mengapa ketika menulis harus berorientasi pada pembaca. Dulu saya berpikir yang penting dalam menulis hanyalah sekadar menuangkan ide sebebas-bebasnya. Yang penting menulis.

Sebelum saya dipercaya sebagai pemimpin redaksi sebuah penerbit nasional, yang salah satu tanggung jawab jawab saya adalah memastikan buku yang kami produksi laris di toko buku, saya juga baru tahu bahwa menulis dan menerbitkan buku sekadar fokus pada kualitas isi. Dulu saya tidak paham apa arti penting daya tarik judul, desain sampul, visual isi, ukuran buku, dan harga jual.

Pun sebelum saya belajar NLP (Neuro-Linguistic Programming) dan coaching, saya mengajar menulis di kelas-kelas pelatihan dengan cara-cara yang saya pelajari dan kuasai. Saya memaksa peserta mengikuti metode saya. Baik mengajar untuk penulis, editor, dosen, guru, pelajar, maupun untuk anak-anak, saya mengajar dengan materi yang sama.

Menulis, Mimbar Kebebasan Akademik Guru

Evan Christoper Situmorang sedang jadi pembicaraan. Siswa SMP Flora, Pondok Ungu, Bekasi tersebut dikabarkan meninggal usai mengikuti MOS (masa orientasi siswa). Entah benar entah tidak, tragedi ini jadi pembicaraan publik.

Ada pihak yang menginginkan kegiatan semacam ini dihapuskan. Mereka berpendapat, tidak ada gunanya perpeloncoan semacam ini. Dimensi kekerasan ditengarai lebih dominan daripada dimensi edukasi.

Di seberang, ada pihak yang berpendapat bahwa MOS merupakan kegiatan penting untuk membekali siswa aspek-aspek yang diperlukan selama menempuh pendidikan di sekolah. Beragam argumentasi dilontarkan untuk memperkuat pendapat mereka.

Kompas 50 Tahun

Big Pure TalentBerterima kasih kepada media tempat saya banyak belajar. Kompas.

Lulus kuliah Mei 2003, tepat tujuh tahun dari waktu yang diberikan kampus, saya melamar ke Kompas. Koran ini sedang membuka lowongan wartawan. Pas.

Yang tidak pas adalah ketika panggilan tes datang saya sedang di Jakarta. Bercelana jins dan berkaos saja ke sana. Tak ada persiapan untuk tes atau melamar pekerjaan. Tidak bawa celana kain, kemeja, dan sepatu.

Untung banyak teman di Jakarta. Demi kepantasan, saya pun pinjam baju berkerah pada seorang kakak kelas De Britto. Lucunya, dia juga beroleh panggilan yang sama. Menumpang sekalian tidur di rumahnya di Karawaci, pagi sekali kami berangkat naik PPD 45 jurusan Blok M dan turun di Slipi. Berpindah Mikrolet 11 jurusan Kebayoran, kami menuju Palmerah, kantor Kompas.