Blog

Bagi-Bagi Ide, Mudahkan Tulisan Diingat

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Tujuan pelatihan menulis (writing training) itu sederhana: peserta bisa menulis. Itu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Pelatihan menulis yang berhasil adalah pelatihan yang membawa peserta “dari tidak bisa menjadi bisa”, “dari bisa menjadi biasa”, dan dari “biasa menjadi otomatis”.

Untuk itu, sebagai pelatih menulis, setiap kali mendapatkan undangan untuk mengisi pelatihan, saya selalu menerjemahkan tema yang diberikan supaya bisa saya konkretkan. Saya tidak mau mengisi pelatihan menulis dengan tujuan yang keliru: membuat peserta tahu teori menulis.

Mengapa Menulis Perlu Undur Diri?

170131 Undur DiriSetiap #tulisan menyimpan cerita. Cerita yang terutama adalah tentang penulisnya. Ya, di balik tulisan apa pun ada pergulatan #penulis. Jika kemudian terhidang tulisan lezat di layar bacamu, bisa jadi tulisan itu diolah dari dapur yang berantakan, yang kokinya berpeluh keringat dan bau kecut.

Maka, banyak penulis yang tak mengizinkan dapurnya dimasuki. Mereka tak mau bumbu-bumbu rahasianya terkuak. Mereka takut resepnya dijiplak. Atau, mereka malu ketahuan jorok. Jaim, jaga image.

Haji Ayam, Ketekunan Sang Pekerja

Haji Ayam Ketekunan Pekerja“Jangan menilai orang dari penampilannya.”

Hiks, untung pesan itu selalu menyala laksana alarm. Lebih-lebih ketika bersua dengan orang yang penampilannya kelewatan: kelewat parlente atau kelewat kere.

Seperti siang ini. Tatkala sedang singgah di suatu tempat, seorang bapak menghampiri saya. Ia bertanya beberapa hal, dan saya antusias menjawabnya.

Bekukan Sebelum Sebarkan

Jika ingin makan ikan yang selalu segar, idealnya, pergilah melaut, jala mangsa, gelar tungku, dan masak di atas […]

Banting Akal, Penulis Pantang Hilang Akal

Buku Premium Jual MahalSangat mengusik pertanyaan NLP ini: apa beda yang membedakan?

Di sebuah gudang penerbit, pekan ini, digelar obral buku. Semua lima ribu. Kabarnya begitu. Saya tak mendekat, juga tak mencari tahu.

Pernah memimpin penerbitan, dan punya penerbit sendiri, serta lebih-lebih sebagai penulis, ada rasa berbeda dengan gelaran obral itu. Buku saya pernah dibegitukan: banting harga serendah-rendahnya.