Blog

Pelihara Naluri Binatang

Bersama Servasius Bambang Pranoto

Bersama Servasius Bambang Pranoto

Penasaran dengan status-status provokatif Servasius Pranoto di FB, Minggu (2/7) saya meluncur ke Gianyar, Bali. Saya menuju ke pusat kegemparan bernama KUTUS KUTUS TAMBA WARAS.

Ini kali pertama bertemu. Sambutan sang empunya sangat hangat. Saking hangatnya, obrolan kami berpindah-pindah topik dan tempat. Untuk tempat, dari ditemui di restoran yang ia khususkan bagi wisatawan Prancis, pindah ke teras samping sanggah pemujaan Padmasana, ruang produksi jejamuan, hingga di teras kamar keluarga. Dari tengah hari hingga malam.

Rindu Panenan Bapak

Bapak yang menanam, saya yang memanen

Bapak yang menanam, saya yang memanen

Bapak saya hobi menanam. Pohon apa saja ditanam. Beliau yakin, semua yang tumbuh di atas tanah layak ditanam. Beliau juga yakin setiap tanah layak ditanami.

Jika ada tanaman yang tidak bertumbuh ketika ditanam, bukan tanamannya yang bermasalah, melainkan cara menanam dan menumbuhkannya yang belum tepat. Sekarang, tanaman yang belum berhasil beliau tanam adalah durian dan matoa. Khusus matoa, pernah tumbuh dan patah karena saya tabrak saat saya bersepeda keliling halaman.

Incoming search terms:

  • pohon manggis berbuah lebat

Duplikasi Kepemimpinan, Sisi Lain Bisnis

Duplikasi kepemimpinan: belajar dari yang lebih muda

Duplikasi kepemimpinan: belajar dari yang lebih muda

Untuk kesekian kali saya menjumpai kisah seperti ini: orang keluar dari tempatnya bekerja untuk menekuni bisnis. Dan saya selalu terkesima dengan kisah mereka. Saya selalu menyimak tuturan mereka, dan menjumput setiap butir mutiara keberanian yang mereka keluarkan dari lumpur keraguan.

Seperti siang kemarin. Di siang yang sangat terik, saya menerima tamu. Ini kali pertama saya bersua dengan orang muda yang terpaut delapan tahun tanggal lahirnya ini. Ia datang ke Bali untuk mengikuti pelatihan “menduplikasi kepemimpinan” bertajuk LEADERSHIP INCUBATOR. Sejak kelas dua SD, ini kali kedua ia datang ke Pulau Dewata. Ojek online menolongnya, membuatnya bebas pergi ke mana pun, bahkan ke tempat yang belum pernah ia jejak.

Sering Ditolak, Agen Literasi Seperti Agen Asuransi

Teknologi sudah berganti; ada yang sejak zaman itu hanya ingin dan ingin...

Teknologi sudah berganti; ada yang sejak zaman itu hanya ingin dan ingin…

Akhirnya saya tahu persamaan menulis dan asuransi. Lebih spesifik lagi nanti saya ungkap persamaan memasarkan pelatihan menulis dan memasarkan produk asuransi. Kalau boleh disebut sih persamaan agen literasi dan agen asuransi. Nah!

 

Mau menulis tapi tidak sekarang

Sebagai pengajar menulis, saya kerap mendapatkan tanggapan seperti ini:

“Mas, sebenarnya saya pengen belajar menulis. Tapi nggak punya ide dan nggak punya waktu.”