Blog

Bakso Ito, Energi Menulis Terbarukan

Setiap ke Jogja, Mas Herry Gendut Janarto selalu mengajak saya ketemu di Bakso Ito. Juga malam ini.

Sore tadi beliau menelpon saya. Langsung saya iyakan, menggeser agenda lain menyunting naskah buku.

Selalu penuh gelak tawa bertemu dengan penulis biografi Teguh Srimulat, Bagito, dan Didik Nini Thowok ini. Ada saja kelucuan yang dilontarkan pensiunan dini wartawan Majalah Bobo ini. Juga selalu ada ketegasan pesan dari penulis biografi beberapa jenderal ini, “Terus berkarya, Kun!”

Paus Ingkung

Buku 99 Cara Belajar Hidup Ala Pope Francis karangan Romo Elis Handoko SCJ (foto: AA Kunto A)

Buku 99 Cara Belajar Hidup Ala Pope Francis karangan Romo Elis Handoko SCJ (foto: AA Kunto A)

Hidup bertetangga di kampung itu hidup dalam aliran rejeki. Jika tak memberi ya menerima. Jika tak menyumbang ya meminta tolong. Jika tak mengubur ya menyambut kelahiran.

Seperti pagi ini. Usai takziah atas kematian Yesus di Jumat Agung lalu, lalu semalam merayakan kebangkitannya, pagi ini tetangga depan rumah mensyukuri bertambahnya keluarga mereka. Sebesek “ater-ater” diantarkan ke rumah: nasi ingkung ayam.

Dalam tradisi Jawa, yang saya dengar dari tuturan-tuturan simbah, ingkung bermakna penyucian. Bayi yang lahir digambarkan suci. Keluarga bayi memohonkan supaya penerima ingkung mendoakan agar mereka diampuni dosa-dosanya supaya kembali suci.

Diplomasi Sarung

150801 Muktamar NUSemalam, dari tayangan langsung TVRI, Presiden Joko Widodo tampak bersarung saat menghadiri dan membuka Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di alun-alun Kota Jombang, Jawa Timur. Bersamanya, hanya Gus Mus yang berpakaian senada: bersarung dan berjas. Pakde Karwo, Gubernur Jawa Timur, bercelana panjang dan berbaju batik lengan panjang. Ketua PB NU Kiai Said Aqil Siradj berjas lengkap dengan dasi.

Tentang sarung, Jokowi bercerita, sebelum ke lokasi acara, ia bertemu Megawati. “Sarungnya bagus,” ujar Jokowi menirukan pujian Mega. “Apanya yang bagus, Bu?” balas Jokowi. “Warnanya.” Sarung Jokowi berwarna merah.

Sebelum Jokowi naik podium, di awal sambutan, Ketua Panitia Daerah Gus Ipul, yang juga Wakil Gubernur, berseloroh, “Pak Jokowi pakai sarung untuk menghormati NU. Saya pakai celana panjang untuk menghormati presiden.”

Incoming search terms:

  • guyon gus dur sarung santri

Cerita Online

Pengguna internet di Indonesia sudah tembus angka 82 juta. Demikian rilis Kementerian Komunikasi dan Informatika. Artinya, jumlah penduduk Indonesia maya sudah sepertiga penduduk Indonesia nyata.

Di balik angka itu berderet informasi tentang naiknya trend penjualan lewat online. Banyak orang makin sering memborong barang yang produknya terpajang di online shop. Penggunaan alat pembayaran non tunai lewat online pun meningkat. Pelaku penjualan online juga meningkat pesat. Penyedia jasa ekspedisi pun makin beragam. Dan, pemerintah makin dekat berancang-ancang memberlakukan pajak bagi jenis transaksi yang tahun ini transaksinya diprediksi tembus di angka USD 20 miliar (Rp 258,56 triliun), jauh meningkat dibandingkan USD 8 dolar di 2013 dan USD 13 miliar di 2014. Besar? Ternyata belum seberapa jika dibandingkan Cina yang transaksi onlinenya melampaui USD 300 dolar.

Sebagai penulis, saya penasaran, apakah anda sudah siap menyongsong angka transaksi yang fantastis ini? Sudahkah anda menyiapkan informasi tertulis secara menarik di media-media promosi dan penjualan online?

Melepas Sanggul dan Kebaya Kartini

kartiniMasih jamak, peringatan Hari Kartini ditandai dengan lenggak-lenggok peragaan budaya daerah. Entah di sekolah, lembaga pemerintah, maupun kelompok masyarakat, sebatas memaknai Kartini dalam simbol-simbol yang mewakili citra ketradisionalan. Kartini diidentikkan dengan masa lalu yang kuno. Masih relevankah sikap seperti itu?

Baik bahwa Kartini juga dilambangkan sebagai sosok pejuang emansipasi perempuan. Surat-suratnya kepada sahabat-sahabat pena, yakni sahabat-sahabat penanya, yakni Estella H Zeehandelaar, Nyonya Ovink-Soer, Nyonya Abendanon-Mandri, Prof Anton dan Nyonya, Hilda G de Booij, dan Nyonya van Kol, yang kemudian dibukukan oleh JH Abendanon menjadi buku Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang), dirujuk sebagai sumber referensi tentang emansipasi tersebut.

Apakah surat-surat Kartini masih dibaca hingga kini? Apakah perjuangan emansipasi perempuan masih merujuk dari teks tersebut? Pada perikop mana saja surat Kartini selalu relevan untuk dihadirkan ulang pada perayaan hari kelahirannya?