Blog

Diulosi Hio Simalungun, Jadi Keluarga Saragih

Keluarga Kristupa Saragih: satu bersaudara

Keluarga Kristupa Saragih: satu bersaudara

Ungkapan belasungkawa pada keluarga yang berduka itu umumnya ditutup dengan pesan hangat, “Yang tabah ya… Yang ikhlas ya….” Sambil berpelukan dalam doa.

Terbersit pertanyaan, tabah itu seperti apa? Ikhlas itu bagaimana?

Lama pertanyaan itu menggantung di kepala saya sampai Senin (14/8) saya menerima pesan dari Pak Karesman Saragih, ayahanda almarhum Kristupa Saragih. Biasanya, WA beliau berupa gambar berisi kalimat-kalimat motivasi. Kali ini undangan.

Akhirnya Jelas: Jalani Dulu

Foto sengaja dikaburkan: Tak semua mesti jelas.

Foto sengaja dikaburkan: Tak semua mesti jelas.

Setelah terlewati, kita bisa menertawakannya. Saat mengalami, kita bahkan tak sempat menangisinya.

P, sosok yang kami jagongi hingga tengah malam tadi, mengajak kami menertawakan apa yang dulu pun tak sempat ditangisi. Syukur tak ada tangis sehingga tawa semalam begitu lepas.

Di hotel kelas atas miliknya di kawasan elit Seminyak, Bali, P bercerita tentang hidupnya yang berkelimpahan. Ya, berkelimpahan dalam segala: nestapa dan bahagia.

Seribu Kata Mengenang Kristupa

170710 Kristupa Saragih RIP“Good morning from Denpasar, Bali,” komentarku atas status FB-mu 25 Juni 2017, “Good morning from Sanur, Bali.” Sahutmu singkat, “Mantappp.”

Sahutanmu itu pertanda jelas bagiku. Kamu sedang sibuk. Terhadap tanda seperti itu aku tak berani menerjangnya. Aku hanya mau menemuimu jika kamu meneruskan sahutan itu lewat japri, “Dolan ndene, Kun!” Dan itu dua tahun sekali. Itu pun untuk obrolan yang belum pernah ujungnya kita eksekusi.

“Sik, Kun. Aku belum nemu angle yang tepat,” kilahmu setiap kali aku menagih, “Mana bukumu?”

Incoming search terms:

  • status fb yang pas saat foto sambil nali sepatu

Hidup Bertetangga: Srawung

Hidup bertetangga: srawung

Hidup bertetangga: srawung

Di rantau, tetangga itu saudara. Kenal di sini, sama-sama kerja di sini, baiklah saling mengunjungi.

Hingga tengah malam ini, saya berkunjung ke tetangga sebelah. Tetangga ini yang pada malam takbiran mengirim sepaket opor dan ketupat. Mereka yang berlebaran, saya turut merayakan.

Di rantau, suasana kampung bisa diusung. Asal kita tak membusung. Di rantau orang juga ingin hidup seperti di kampung. Setiap saat. Maka, ketika tak bisa mudik, tak berarti kehilangan kebersamaan seperti di kampung. Di rantau, sama-sama pendatang, baiklah menegakkan semangat hidup ala kampung.

Incoming search terms:

  • pentingnya srawung tetangga

Rindu Panenan Bapak

Bapak yang menanam, saya yang memanen

Bapak yang menanam, saya yang memanen

Bapak saya hobi menanam. Pohon apa saja ditanam. Beliau yakin, semua yang tumbuh di atas tanah layak ditanam. Beliau juga yakin setiap tanah layak ditanami.

Jika ada tanaman yang tidak bertumbuh ketika ditanam, bukan tanamannya yang bermasalah, melainkan cara menanam dan menumbuhkannya yang belum tepat. Sekarang, tanaman yang belum berhasil beliau tanam adalah durian dan matoa. Khusus matoa, pernah tumbuh dan patah karena saya tabrak saat saya bersepeda keliling halaman.

Incoming search terms:

  • pohon manggis berbuah lebat