Blog

Algoritma Bidding versus Algoritma Kidding

170325 Main bolaBelakangan, saya melakukan gerakan yang “melawan gravitasi”. Saat banyak orang tergila-gila dengan “algoritma bidding” dengan mesin, saya melakukan sebaliknya: tanpa mesin.

Algoritma bidding populer di kalangan digital marketers. Ia semacam rumus pembacaan digital untuk mengenali pengguna internet: siapa suka apa, siapa ngapain aja, di mana siapa suka ngapain, kapan siapa ngapain, apa alasan siapa melakukan apa, dst. Algoritma bidding membantu siapa saja untuk menjangkau siapa saja secara tepat dan otomatis. Komentar dari penerima pesan, “Kok iklan ini tahu banget aku lagi pengen ini ya?” atau, “Sama-sama buka halaman yang sama tapi kok iklan yang tampil di layar temanku beda dengan yang tampil di layarku ya…” sudah bisa ditebak pasti umpan baliknya.

Arus Balik

Kembali, yang pergi itu kembali. Ke tempat semula ia kembali. Pergi dan kembali itu seperti aliran sungai. Mengalir […]

Lelaki di Sangalaki

Bukan hanya untuk lelaki, namun banyak kisah lelaki di Sangalaki. Sangalaki juga untuk perempuan karena banyak inspirasi tentang sifat-sifat keibuan di sini.

 

Ubur-ubur di perairan Sangalaki (foto @DittoBirawa | Nikon Coolpix AW120)

Ubur-ubur di perairan Sangalaki (foto @DittoBirawa | Nikon Coolpix AW120)

Hampir tengah malam ketika seseorang mengetuk kamar kami. Ketukan lirih ini begitu jelas terdengar. Saking sunyinya, suara mendesis saja terendus.

Saya belum tidur ketika orang itu membuka pintu sambil berujar, “Jadi lihat penyu bertelur, Mas?” Tanpa pikir panjang, saya sahut, “Sekarang?” Di balik pintu yang gelap saya lupa wajah petugas resort itu. Jika petugas itu membaca tulisan ini, izinkan saya mengucapkan terima kasih. Malam itu saya lupa mengucapkannya.

Sore sebelumnya, petugas resort memang berjanji, pukul berapa pun kami akan dibangunkan jika ada penyu hijau (Chelonia mydas) yang menepi untuk bertelur. Kami sempat ragu sebab malam sebelumnya tak satu penyu pun berlabuh di Sangalaki, pulau tempat kami menginap dua malam ini. Mungkin mereka malu kepada kami. Atau mungkin mereka sedang mengamati dari jauh apakah kami orang baik yang tidak akan mengganggu mereka.

Incoming search terms:

  • Katanya sidat atau lubang kalau bertelur di laut di kampung saya yang jauh dari laut ada anaknya yang masih kecil

STIEBBANK, Revolusi Pendidikan Kewirausahaan Pertama di Indonesia

www.KampusPencetakPengusaha.com

Revolusi pendidikan kembali hadir dari Kota Pendidikan Yogyakarta. Hebat Group mengakuisisi sebuah perguruan tinggi terkemuka bernama @STIEBBANK. Grup yang dipimpin Master Bisnis @Putuputrayasa ini juga sekaligus membongkar sistem pendidikan STIEBBANK sebagai “kampus pencetak pengusaha”. Terobosan spektakuler ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Dengan tagline “kampus pencetak pengusaha”, matra kewirausahaan akan menjadi roh utama dalam proses pendidikan di perguruan tinggi yang berdiri sejak 1995 ini. Kewirausahaan akan mewarnai iklim akademik, bukan sekadar sebagai mata kuliah pelengkap.

Sejak minggu pertama, mahasiswa baru akan diajak untuk langsung terjun ke dunia bisnis. Sejak minggu pertama, mahasiswa sudah didorong untuk memiliki visi ke depan sebagai pengusaha. Praktisi bisnis sukses pun sudah dihadirkan sejak minggu pertama supaya mahasiswa langsung bersinggungan dengan pola pikir para pengusaha.