Cerita Online

Pengguna internet di Indonesia sudah tembus angka 82 juta. Demikian rilis Kementerian Komunikasi dan Informatika. Artinya, jumlah penduduk Indonesia maya sudah sepertiga penduduk Indonesia nyata.

Di balik angka itu berderet informasi tentang naiknya trend penjualan lewat online. Banyak orang makin sering memborong barang yang produknya terpajang di online shop. Penggunaan alat pembayaran non tunai lewat online pun meningkat. Pelaku penjualan online juga meningkat pesat. Penyedia jasa ekspedisi pun makin beragam. Dan, pemerintah makin dekat berancang-ancang memberlakukan pajak bagi jenis transaksi yang tahun ini transaksinya diprediksi tembus di angka USD 20 miliar (Rp 258,56 triliun), jauh meningkat dibandingkan USD 8 dolar di 2013 dan USD 13 miliar di 2014. Besar? Ternyata belum seberapa jika dibandingkan Cina yang transaksi onlinenya melampaui USD 300 dolar.

Sebagai penulis, saya penasaran, apakah anda sudah siap menyongsong angka transaksi yang fantastis ini? Sudahkah anda menyiapkan informasi tertulis secara menarik di media-media promosi dan penjualan online?

Yang saya amati, masih banyak pelaku penjualan online, baik yang secara khusus hanya memiliki etalase online maupun memajang penjualan online sebagai perpanjangan outlet offline, belum mengoptimalkan media online ini untuk mengemas informasi secara menarik. Kebanyakan masih berkutat pada informasi dasar tentang produk, harga, dan benefit dasar jika pembeli bertransaksi.

Belum banyak informasi online yang dikemas secara apik sehingga pelanggan mendapatkan nilai tambah atas transaksi yang mereka lakukan. Padahal, jika ini dilakukan, potensi untuk mengikat pelanggan secara jangka panjang lebih terbuka. Informasi dalam bentuk cerita diyakini lebih tahan lama tersimpan di memori bawah sadar pelanggan sehingga ketika ingatan tersebut dipanggil ulang akan membawa pelanggan kepada sumber informasi utama. Transaksi berulang. Dan saat transaksi berulang tersebut merasa puas, pelanggan akan dengan suka hati membagikan kepuasaannya kepada orang lain. Kepuasan yang terekam kuat di pikiran bawah sadar membawa pelanggan loyal secara permanen.

Saya ingin tahu apakah anda juga menyelipkan pertanyaan serupa dengan saya di tengah-tengah kesibukan anda berinteraksi dengan dunia lewat online? Saya memusatkan perhatian untuk pertanyaan ini: bagaimana mengisi media online dengan informasi yang berharga? Penjualan online hanyalah salah satunya. Banyak aktivitas bisa dikabarkan lewat online. Asal aktif. Dan persis keaktifan ini yang menjadi tanya tanya besar, yakni bagaimana mendorong publik lebih aktif memproduksi informasi, mereproduksi pengetahuan, dan mengelola berita sehingga perilaku publik ada dalam kendali. Tanpa keaktifan, kita jadi konsumen informasi yang hanyut dalam derasnya arus.

STIEBBANK “Kampus Pencetak Pengusaha” dalam hampir tiga tahun kebangkitannya ini makin dikenal publik karena pengelolaan informasi tertulis yang terencana rapi. Informasi tentang kehadiran kampus bisnis ini dihadirkan lewat beragam cerita di berbagai media seperti website, media sosial, dan media massa. Setiap hal dikemas dalam cerita yang unik dan menarik. Alhasil, dari jumlah mahasiswa baru yang mendaftar, sejak 2012 hingga 2014 melampaui peningkatan lebih dari 1.800%. Tahun akademik 2015 ini diprediksi naik karena mahasiswa yang sudah masuk sudah turut menyumbangkan cerita pengalaman mereka sebagai pelanggan tetap.

Ini salah satu fenomena. Saya ada di dalam, sedikit-banyak paham bagaimana informasi diolah.

Banyak hal di luar itu yang menarik diolah. Harapannya sederhana. Dalam bahasa transaksi online, pengelolaan informasi secara tepat hasilkan nilai transaksi besar tersebut bermakna kebaikan bagi dunia. Bukan besar yang akhirnya justru menggulung balik.

 

Salam online,

 

CoachWriter @AAKuntoA

aakuntoa.com | solusiide.com | aakuntoa@solusiide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *