Creative Writing Coaching

Bersama Coach Al Falaaq Arsendatama

Bersama Coach Al Falaaq Arsendatama

Selesai kelas “Life & Business Coach” yang diampu Coach Tjia Irawan tahun 2013, saya memilih memraktikkan kecakapan dan sikap coaching sambil memperkuat branding saya sebagai Kunto CoachWriter. Saat itu writing coaching belum mendapatkan lampu hijau dari ICF, salah satu organisasi tempat berhimpunnya para coach profesional. Metode yang diakui baru sebatas coaching secara tatap muka dan lewat telepon.

Tidak tertarik bertanya “kenapa tidak boleh”, saya memutuskan bertanya pada diri sendiri ” bagaimana supaya boleh”. Saya kemudian melakukan “self coaching”. Entah istilah itu benar atau tidak, saya fokus untuk memecahkan teka-tekinya. Hambatan mental “tidak mungkin” saya tepis.

Jam terbang pun saya naikkan. Sebutan “CoachWriter” yang tidak lazim bahasa baku pun saya kibarkan. Keingintahuan dan keraguan dari siapa pun yang mempertanyakan kualifikasi coach saya sandingkan sebagai umpan balik penyempurnaan demi penyempurnaan. Hanya baja yang makin ditempa makin tajam.

Membekali diri dengan metode belajar yang lain, terutama NLP dan teknologi linguistik lainnya, lalu banyak praktik meng-coaching, saya beranikan menulis dan menerbitkan buku “7 Steps of Writing Coaching”. Di luar dugaan, buku yang saya tulis 7 hari ini bersambut hangat secara penjualan. Saya berharap banyak sahabat yang menulis buku berkat membaca buku tersebut. Jika itu terjadi sempurnalah keberhasilan eksperimen saya.

Walau demikian, buku tersebut cukup membekali saya keberanian untuk menempuh PCCP (Professional Certified Coach Program) berstandar ICF. Diselenggarakan 11-13 Desember lalu oleh Coaching Indonesia, “training secara coaching” dibawakan langsung oleh Coach Al Falaq Arsendatama, PCC.

Kesempatan istimewa ini pun saya manfaatkan untuk mempresentasikan metode writing coaching, di antaranya coaching menggunakan Whatsapp dan aplikasi menulis lainnya, dengan maksud supaya metode ini diadopsi sebagai standar coaching baru selain metode-metode lain sebelumnya. Saat roleplay pun gagasan ini saya lontarkan kepada peserta lain supaya mereka mulai ngeh (aware) bahwa ada metode baru yang ke depan bakal akrab diterapkan sebagai metode coaching baru yang berbobot.

“Sebelum ini saya tidak yakin. Setelah meng-coaching Mas Kunto tadi saya jadi berpikir bahwa metode ini bisa. Keren!” Berlanjut, “Saya mau dong!”

Alhasil Coach Al menyediakan diri tempuh writing coaching, pertama-tama, lewat buku 7SWC. Ritual deklarasi publik pun wajib ditempuh. Dan, 15 Mei 2016 boleh kita sambut buku karya Al Falaq Arsendatama, PCC (Professional Certified Coach) dengan 1.200 jam coaching.

Jadi, mulai sekarang anda tahu, untuk selesaikan penulisan buku, metode apa dari writing coach siapa yang tepat untuk wujudkan…

Salam kreatif,
@AAKuntoA
CoachWriter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *