Hadi Sugito

Matinya salah satu dalang kondang gagrag Ngayogyakarta. Dalang tiada, lakon belum paripurna.

KULONPROGO – Seniman dan dalang kondang Ki Hadi Sugito Kamis (10/1/2008) dimakamkan di TPU Sasana Laya Genthan, Tayuban, Panjatan Kabupaten Kulonprogo.

Almarhum meninggal pada usai 67 tahun pada Rabu(9/10/2007) sekitar pukul 09.00 WIB, di RSUD Wates akibat serangan jantung. Sebelumnya almarhum sempat dirawat selama tiga hari.

Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan di rumah duka, Toyan, Triharjo, Wates, Kabupaten Kulonprogo. Hadir dalam upacara pemakaman ini, puluhan dalang, seniman dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Kulonprogo.

Salah seorang putra almarhum, Ki Sutono Hadi Sugito mengaku ayahnya sudah sekitar dua tahun ini mengalami sakit-sakitan. Beberapa kali ayahnya sempat di sejumlah rumah sakit yang ada di Wates maupun di Yogyakarta. namun tidak berlangsung lama ayahnya sembuh dan kembali menjalankan profesi dalang sampai di luar daerah.

Sesaat sebelum almarhum opname di rumah sakit, beliau minum obat  yang sudah rutin diberikan dokter. Namun tidak berselang lama, almarhum minum jamu godhogan. Jarak antara kedua kiniman ini ditengarai membuat korban menjadi tak sadarkan diri. Hingga akhirnya dilarikan di rumah sakit.

“Mungkin memang ini sudah menjadi kehendak yang kuasa. Karena dalam kondisi sakit, bapak masih menyempatkan pentas tanpa ada halangan,” jelas Sumbodo.

Figur almarhum, kata Sutono merupakan figur yang loyal terhadap seni. Ketika kondisi sakitpun, akan tetap berusaha untuk bisa memenuhi pangilan. Meskipun tidak jarang harus diwakili oleh dalang lain.

Pada bulan Januari order untuk tampi sudah lebih ari 10 lokasi. Dua diantaranya tidak bisa dipenuhi, karena menderita sakit. Termasuk rencana untuk tampil dalam pentas malam satu suro di Joglo Labuhan Pantai Glagah kemarin malam.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kulonprogo, Bambang Sumbogo BA, mengku sangat kehilangan tokoh dalang yang sudah malang melintang di dunia pakeliran.

Almarhum merupakan satu-satunya dalang yang mempunyai ciri khas berupa banyolan yang membuat penonton geli. Terkadang melalui banyolan ini, diisi dengan sindirin dan kritikan kepada siapapun. Hal itulah yang membedakan almarhum dengan dalang lain yang ada.

“Sampai saat ini belum ada dalang yang mempunyai ciri khas jogja seperti almarhum,” terang Bambang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ki Purbo Asmoro mewakili para dalang. Ki hadi Sugito dikenal sebagai dalang yang loyal terhadap seni. Almarhum dikenal dekat dengan para juniornya. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering memberikan nasehat dan arahan bagi perkembangan dan pakem seni pedalangan.

Almarhum, kini telah mewariskan seni dalang kepada lima orang anaknya. Mereka adalah Ki Sutono Hadi Sugito, Ki Sumbodo Supracoyo, Ki Totok Edi Sasongko dan Ki Wisnu Supracoyo. Kelima anaknya ini, kini sudha sering mendapat tawaran tampil di sejumlah event. (Kuntadi/Sindo/sjn)

Separator image Posted in mati.

3 Comments

Add Yours
  1. 1
    budi susilo

    saya sangat sedih mendengar berita meninggalnya Ki Hadi Sugito karena saya salah satu penggemarnya. Saya menggemari beliau sejak saya masih SD hingga sekarang punya anak 2. Saya mengoleksi kaset dan VCD beliau. Saya berharap ada dalang pengganti beliau yang kukuh memegang pakeliran pakem Jogjakarta. Sugeng tindak pak Gito…

  2. 2
    Tyok

    Tiap saya pulang ke jogja, tiap malam saya cari radio yang menyiarkan wayang kulit dengan dalang Ki Hadi Sugito, entah kenapa saya ngga pernah tertarik dengan dalang yang lain. Mungkin faktor banyolan di sini yang membuat saya betah mendengarkan.

    Ki Hadi Sugito, selamat jalan, suaramu saat mendalang pasti akan selalu kurindukan

  3. 3
    mbah Wono

    Baru Hari ini …saya tau kalau Dalang kesayangan saya sudah Tidak Ada… tapi bagaimanapun…yg Namanya Ki Hadi Sugito , tidak akan hilang dari ingatan kami..kamu beranjak Dewasa ( Ketika itu ) bersamaan dengan Karya karya beliau. Kalau Beliau Mentas, dimana saja, kami waktu itu ” Nglurug ” untuk bisa melihat Pagelaran Beliau. Ini satu kehilangan yg besar. Rasanya saya sudah 30 taun tidak pernah melihat Beliau Pentas, karena saya sudah Meninggalkan Tanah Air Selama itu… Tapi nama Ki Hadi Sugito akan tetap Langgeng..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *