Hukuman Hidup untuk yang Nggak Ngapa-ngapain

Hukuman untuk yang nggak ngapa-ngapainKotak pesan saya bergetar. Usai menyantap pepaya, dan menyerutup teh tawar hangat, saya redakan getaran itu.

“Kun, kenapa dia kamu keluarkan dari grup Penulis DOKUDOKU.ID?”

Karena dia nggak ngapa-ngapain di grup kita.

“Silent reader, boleh kan?”

Boleh. Kan kalau lagi baca memang sebaiknya “silent”. Yang nggak boleh itu jadi silent writer.

“Lho, kalau lagi nulis kan sebaiknya juga silent?” balasnya, membalik becandaan saya.

Iya, yang penting ngirim tulisan. Nah, kalau ngirim tulisan aja nggak, artinya dia nggak ngapa-ngapain. Kalau nggak ngapa-ngapain ngapain dia di sini?

“Kan bisa belajar tentang perdokuan,” kilahnya.

Oh, kalau belajar perdokuan ya langsung saja baca DOKUDOKU.ID. Feel free, bahasa gaulnya. Nggak usah ikut grup. Namanya saja grup penulis DOKODOKU.ID, ya pesertanya penulis. Dan penulis itu aktivitasnya menulis, hasilnya tulisan. Efeknya kompensasi berupa saham, polis asuransi, atau reksadana.

Masih belum puas dengan aksi hapus anggota tadi: “Trus, kalau temen yang kamu keluarin tadi ngirim tulisan tentang perdokuan, boleh masuk grup penulis DOKUDOKU.ID lagi?”

Ya boleh banget. DOKUDOKU.ID kan bukan sekolahan–yang jualan pendidikan tapi kalau ada murid bersalah trus dikeluarkan dan nggak boleh masuk lagi. Sebagai portal edukasi finansial, DOKUDOKU.ID justru merangkul siapa pun untuk belajar dari kesalahan untuk sama-sama lebih melek dan mletik perdokuan. Jadi, boleh salah.

“Emang dia salah apa?” Matek. Dia masih ngejar saya alasan mengeluarkan teman tadi.

Dia nggak salah. Dia hanya nggak ngapa-ngapain. Nggak ngapa-ngapain itu nggak salah, makanya boleh masuk lagi.

“Menghubungi siapa?”

Halah, standar basa-basi banget pertanyaanmu! Kasih tau temenmu itu, dan siapa pun temenmu yang lain, kalau mau nulis di DOKUDOKU.ID dan masuk ke grup penulis, kontak Kunto di WA 08164271300.

“Kalau mau jadi event organizer untuk seminar dan workshop perdokuan hubungi kamu juga?”

Hus! Iya! Itu nanti kukasih tau. Sekarang nulis dulu…

@AAKuntoA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *