Jaga Film di Kepala, Nggak Nonton “Warkop DKI Reborn”

Film Warkop DKI Reborn

Peristiwa terjadi sekali di dunia. Peristiwa lahir berkali-kali di kepala. Masihkah mau melahirkan lagi peristiwa yang sudah mendunia?

Walau dikabarkan terlaris sepanjang masa, film WARKOP DKI REBORN tidak masuk dalam daftar film yang harus saya tonton. Bukan karena tidak suka atau karena film ini jelek. Tidak. Ada alasan lain.

Waktu masih sekolah di SD Percobaan 3, 17 km di utara Jogja, 1 km sebelum Rumah Sakit Jiwa “Lali Jiwa” (kini Grhasia), saya punya tiga teman yang hobi banget nonton film. Teman pertama nontonnya di bioskop. Jauh, di kota, sementara jangkauan edar saya masih di kecamatan sebelah.

Teman kedua suka nonton film-film masa kini–waktu itu–semacam VOLTUS V. Di rumahnya, dekat sekolah, dengan kaset VHS. Pindahan dari kota, tontonan teman itu beda dengan tontonan saya di rumah: ketoprak sayembara produksi TVRI.

Teman ketiga beda. Seleranya gado-gado. Jika ke rumahnya minimal akan diputarkan dua film: aksi dan horor atau aksi dan komedi. Judul film aksinya tak ada yang saya ingat. Yang saya ingat, film kedua yang diputarnya hampir selalu DKI WARKOP. Adegannya sampai mengelupas di kepala: ban gelinding sendiri, jip nyebur kali, pocong. Capek tertawa, ini yang saya suka, sebubarnya kami berlari ke tanah lapang main bola atau bersepeda.

Kisah teman ketiga (bukan ketiga teman) ini belum cukup untuk bikin saya ogah lagi nonton film yang selalu dibumbui cewek seksi dan adegan “slapstick” itu. Ada satu alasan lagi yang bikin saya jenuh: film ini selalu diputar saat Hari Raya Lebaran. Kebosanan saya sebosan ketemu kaleng wafer isi… Nah, gampang ditebak, kan?

Apakah saya mengutuk film Dono-Kasino-Indro Warung Kopi itu? Tidak. Saya hanya mau bilang, film itu sudah menjadi bagian dari masa kecil dan remaja saya. Tertawa paling bahak sudah saya hibahkan untuk kelucuannya.

Saya tidak yakin jika film DKI WARKOP REBORN lebih seru dari film yang ada di kepala saya. Alih-alih terpingkal, bisa jadi malah terjungkal!

“Jangkrik, Bos!”

 

@AAKuntoA
CoachWriter | solusiide.com

 

#warkop #warkopdki #warkopdkireborn #film #filmindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *