Kelola Pengetahuan

IMG_20160619_210011Pagi ini saya ada pekerjaan di Semarang. Sebuah BUMN meminta saya meng-capture sosok dan kinerja seorang karyawan. Sebentar lagi karyawan itu pensiun. Ilmu berharganya perlu diturunkan kepada pengganti-penggantinya dalam rupa buku.

Mengingat Mas Handoko Wignjowargo sedang kesripahan adik kandungnya, Mas Yoyok, saya berangkat lebih awal supaya bisa melayat. Dan semalam saya tiba di rumah duka Tiong Hoa Ie Wan ketika acara hari itu sudah selesai. Tamu sedang makan malam, dan satu per satu pulang.

Beruntung saya datang malam. Bisa ngobrol panjang dengan Mas Han. Walau sedang berduka, Mas Han tak larut dalam obrolan seputar kematian. Kakak kelas 13 tahun di atas saya di SMA Kolese De Britto ini tak pernah kehabisan cerita. Ada saja kisah seru yang menjadikan obrolan semakin hangat dan seru. Di rumah duka ia pun berbagi suka.

Dikisahkan, klien besar mengundur waktu training yang ia bawakan. Maestro Angels (tim kerja Mas Han) sempat “cemberut” karena polah klien ini. “Target bulan ini jadi nggak tercapai,” keluh mereka.

Rupanya semesta sudah mengatur. Adik Mas Han meninggal pada hari yang semestinya untuk mengisi training. “Aku bilang ke mereka, coba kalau nggak diundur klien, kita yang kesulitan minta diundur, kan?” ujar Mas Han menirukan bagaimana ia memaknai peristiwa kebetulan yang diyakininya tak kebetulan ini.

Tanpa perlu mengubah jadwal dengan klien, Mas Han bisa meluangkan waktu penuh untuk adik yang jenasahnya dikremasi pagi ini.

Saya pun ketiban untung. Ketika Mas Han tanya, saya cerita jika datang ke kota ini untuk sebuah pekerjaan menulis buku seperti saya ceritakan di depan. “Lho, itu disertasiku,” sambut kandidat doktor “knowledge management” ini. Ia pun meringkas teori yang praksisnya sedang saya kerjakan. Jadilah pagi ini saya berangkat ke klien dengan suntikan peneguhan yang istimewa, “Bidangmu unik. Banyak perusahaan membutuhkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *