Kuatkan Sayap untuk Terbang Jauh dan Tinggi Saat Dicap “Kutu Loncat”

Bukan bergantung pada ranting, sebaliknya, bisa mengusung ranting.

Bukan bergantung pada ranting, sebaliknya, bisa mengusung ranting.

“A bird sitting on a tree is never afraid of the branch breaking, because its trust is not on the branch, but on its own wings. Always believe in yourself.” (Charlie Wardle)

Kenapa sekarang saya menjadi agen asuransi? Apakah saya masih menulis?

Dua pertanyaan itu kerap saya dengar langsung dari teman dan kolega yang mengenal saya sejak lama sebagai penulis (writer) dan pelatih penulis (coachwriter). Ada tersembunyi kebingungan apa hubungan kedua pekerjaan tersebut?

Ini khas kebingungan orang yang berpikir lurus-lurus saja. Bahwa keterhubungan itu berurutan dalam satu garis.

Bagi orang yang berpikir berloncatan seperti saya, keterhubungan itu tidak selalu segaris langsung. Terhubung itu bisa lewat perantara. Pun itu tak selalu tampak. Butuh kejelian untuk merangkainya.

Demikian saya dalam hal berkarier. Penghubung dari semua profesi yang saya tekuni adalah menulis. Di setiap profesi yang saya jalani saya menulis. Di setiap profesi yang saya tekuni saya memperkenalkan betapa pentingnya kecakapan menulis. Di mana pun, saya memprovokasi pelaku profesi bahwa tanpa kemampuan menulis mereka tidak akan optimal dalam menjalani profesinya.

 

#1 Industri pemasaran

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang kental sekali nuasanya marketing-nya. Sebelum perusahaan itu besar, ia gencar sekali mempromosikan produknya. Saat perusahaan itu kecil ia sudah sangat percaya diri memperkenalkan diri sebagai perusahaan besar pada waktunya kelak. Secara branding ia sudah bersikap layaknya perusahaan besar yang secara faktual belum tercapai saat itu.

Di sini saya memahami pentingnya kemampuan menulis secara lateral-imajinatif.

Aksi mengikuti imajinasi. Saya bekerja di PT Kutus Kutus Herbal ketika itu. Selain rutin mengelola sebagian media sosialnya, saya rutin melatih reseller bagaimana menulis status di media sosial untuk berjualan Minyak Kutus Kutus. Saya ajari mereka mulai dari copywriting standar, yang script-nya banyak beredar di internet, hingga copywriting natural berbasis NLP yang fondasi hingga bangunannya mereka temukan sendiri sehingga tulisan mereka pun menjadi berbeda dan khas.

 

#2 Industri manufaktur

Banyak teman mencibir, “Kunto tidak akan betah kerja di pabrik.” Keder juga dengar cibiran itu. Tapi, karena tahu apa yang ingin saya capai, saya meyakini misi akan selesai sesuai target waktu dan pencapaian.

Di sini saya memahami pentingnya kemampuan menulis prosedural-deskriptif.

Manusia ada di depan, bersama, dan sesudah mesin. Mengendalikan, bukan dikendalikan.

Manusia ada di depan, bersama, dan sesudah mesin. Mengendalikan, bukan dikendalikan.

Di pabrik, saya belajar pilar operasional produksi dalam bisnis. Saya bekerja di CV Karya Hidup Sentosa yang terkenal dengan brand Quick Traktor-nya. Benar bahwa saya mengepalai unit pemasaran promosi, yang artinya bisa bekerja secara kreatif, namun sebagai bagian dari pabrik, saya tunduk dalam sistem yang baku dan kaku. Saya hanyalah rantai pendukung (support chain) dari rantai panjang yang kecepatan dan ketepatan geraknya sudah ditentukan dari ruang operator.

 

#3 Industri manusia

Mengajar itu kesukaan saya. Saya bisa betah seharian dari pagi hingga tengah malam berdinamika di kelas, baik di dalam maupun di luar ruang. Tidak capek, tidak mengantuk. Bagaimana bisa? Sebab, saya suka perubahan pada diri peserta pengajaran saya. Perubahan itu fokus pengajaran saya. Materi dan cara mengajar itu mengikuti.

Di sebuah sekolah tinggi ilmu ekonomi, saya pernah menjabat sebagai wakil ketua. Tentu karena saya mengajar di sana. Dan jabatan itu mencakup tanggung jawab saya pada kemahasiswaan dan kehumasan.

Di sini saya memahami pentingnya kemampuan menulis humanis-naratif.

Sebagai pengajar, saya belajar aspek sumber daya manusia sebagai salah satu pilar dalam bisnis. SDM adalah subjek, pelaku yang mengendalikan bisnis. Tetapi tak selalu begitu. Bisnis skala besar menyeleksi sebagian saja dari mereka untuk mengendali. Selebihnya dikendalikan, menjadi subjek namun dengan otoritas yang terbatas. Nah, melahirkan SDM yang memenuhi kualifikasi pengendali ini seru. Sistem pengajaran yang baku sekali pun tidak menjamin standarisasi keluaran SDM. Bisa standar di aspek kognisi, namun aspek afeksi-sikap hanya bisa diwarnai. Di sini ilmu bertemu seni, dan seni adiluhung itu bernama manusia.

 

 

#4 Industri finansial

Lengkap, pada 2 tahun terakhir, saya menggenapi “business-writing journey” saya dengan terjun ke industri asuransi. Kenapa asuransi? Karena saya bertemu leaders di industri ini yang siap jadi mentor saya. Mereka lebih intens dibandingkan mentor lain di industri saham dan forex yang juga saya pelajari. Baiklah saya menekuni salah satu secara lebih organik.

Di industri ini terpapar luas fundamen-fundamen penting dalam bisnis, mulai dari perencanaan, pengelolaan risiko, kontrol, keseimbangan, dan akuntabilitas. Bagaimana menuliskan fundamen-fundamen itu sehingga menjadi ulasan finansial yang menarik? Itu menariknya.

Setelah terjun di industri ini dengan menjadi pelaku bisnis asuransi, saya belajar banyak tentang karakter manusia? Lho, ujungnya di karakter? Iya. Industri finansial membawa saya masuk lebih dalam mengenali berbagai karakter manusia: rakus (greedy), hati-hati terhadap risiko (prudent), dan penuh perhitungan cenderung nekat (agresif). Karakter finansial ini mempengaruhi perilaku manusia terhadap kehidupan lebih luas.

Di sini saya memahami pentingnya kemampuan menulis analitis-argumentatif.

Jadi, paham, kan, kenapa saya berpindah-pindah industri?

Lebih paham lagi, kan, kenapa saya tidak khawatir terhadap dinamika bisnis tempat saya bekerja; kemungkinan industri tersebut bangkrut; atau saya tempat saya tidak kokoh lagi untuk berpijak. Jelas, mengutip Charlie Wardle, karena saya percaya diri. Bagaimana saya bisa percaya diri? Karena saya punya sayap untuk mengepak ke mana pun saya mau. Sayap itu berupa kemampuan menulis yang bisa diterapkan di industri mana pun.

@AAKuntoA | 28102021