Menilai diri membebaskan batas

Senang mengajar tak serta-merta membikin saya senang menilai. Betah mengajar seharian namun gundah ketika sejam saja duduk sebagai juri memilih karya orang lain; atau sebagai guru membubuhkan nilai.

Bukan soal menilai itu tidak penting. Saya yang merasa tidak sreg menilai; juga tak memiliki bekal memadai bagaimana menilai secara profesional dan adil. Lebih hepi melatih banyak orang lebih cakap menulis daripada menyingkirkan potensi-potensi penulis demi memilih satu-dua yang memenuhi kualifikasi tertentu.

Syukur, saya ketemu metode yang mendamaikan dua hal yang seolah berseberangan kutub itu. Bagi peserta pelatihan menulis saya yang butuh nilai, saya minta mereka menentukan nilai yang mereka inginkan di pertemuan pertama. Dan saya hanya mau menyetujui nilai B atau A. Jika ada yang menulis nilai di luar itu saya minta mengundurkan diri. Untuk apa ikut jika sejak awal tidak sangat serius?
Ya, kreativitas tidak usah dipertentangkan dengan urusan administrasi. Keduanya baik dan diperlukan. Kreativitas baik untuk membebaskan, administrasi untuk mengukur.

Hasilnya? Saya terbebas dari urusan presensi dan bet-ribet urusan yang tidak bertautan langsung dengan menulis. Selesaikan urusan administratif sedari awal supaya pembelajaran fokus pada perayaan kreatif.

Ya, kreativitas tidak usah dipertentangkan dengan urusan administrasi. Keduanya baik dan diperlukan. Kreativitas baik untuk membebaskan, administrasi untuk mengukur. Yang saya lakukan hanyalah menempatkan masing-masing pada porsinya.

Porsi saya ambil bagian dalam proses kreatif. Saya tidak mau dianggap berjasa karena memberi nilai tinggi atau sebaliknya jadi biang perkara jika penilaian saya rendah. Saya mau ambil bagian meletakkan sikap “selalu ada alternatif” dan “batasan terluar dari kemungkinan adalah gagasan” sebagai bekal yang lebih melekat di sepanjang hidup mereka.

Hari ini pertemuan pertama di semester kedua mereka tekuni ekstrakurikuler “Creative Writing” SMAK BPK Penabur, Bandar Lampung. Materi pertama, “Tulis nilai yang kalian inginkan tertera di rapor nanti, sekarang.” Dua huruf saja: atau “B” atau “A”.

Kamis Wage, 28 Januari 2021

AA Kunto A CoachWriter