Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Sekolah

IMG_20160220_225803_459Media sosial itu baik atau buruk? Media sosial itu ada manfaatnya nggak? Boleh nggak bermedia sosial di lingkungan sekolah?

Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat dari belakang kepala peserta FGD (Forum Group Discussion) pengelola Sekolah Ursulin se-regio Jawa Tengah dan Jawa Timur, di Solo, Jumat (19/2). Saya diminta sebagai fasilitator.

Sebagai fasilitator, tentu tugas saya tidak memberondongi materi. Tugas saya adalah menggali potensi yang mereka punya dan memetakan bagaimana optimalisasinya.

Menariknya, meski Sekolah Ursulin, baik nasional maupun internasional, sudah sangat maju dalam pemanfaatan media sosial, namun tarik-ulur di internal masih cukup kuat. Masih ada yang berpandangan bahwa media sosial lebih banyak aspek negatifnya daripada aspek positifnya. Mereka yang berpandangan demikian melihat media sosial semata sebagai ajang curhat, galau, dan main-main belaka. Atas dasar ini, menurut mereka, tidak sepatutnya guru dan karyawan bermedia sosial, lebih-lebih di sekolah.

Berangkat dari pertimbangan itu, saya kemudian mengajak mereka mencari dan menemukan penggunaan media sosial yang bermanfaat. Rupanya, di luar hal-hal yang dikhawatirkan beberapa pihak tersebut, ada banyak manfaat media sosial bagi dunia pendidikan: edukasi, komunikasi, sosialisasi, dan promosi.

Tentang aspek terakhir, yaitu promosi, kami kemudian mendiskusikan bagaimana mengoptimalkan media sosial, terutama Instagram dan Facebook. Kedua media ini kami pilih terutama karena keduanya mengakomodasi foto dan cerita secara lebih leluasa. Foto dan cerita? Ya, dengan teknik menulis cerita (story writing), IG dan FB pas sebagai media berbagi secara lembut tanpa terasa berpromosi berlebihan. Lewat foto dan cerita sehari-hari, dengan medsos ini pula, guru dan karyawan bisa berbagi cerita sederhana untuk kemudian ditautkan di akun sekolah supaya khalayak lebih luas turut menyimak.

Sangat sederhana. Diskusi kami belum sampai di level optimasi lewat SEO dan rekayasa lainnya. Itu pun ternyata membuka wawasan mereka bahwa hal sederhana, yang bisa dilakukan siapa pun, sejauh dikerjakan secara berkesinambungan, akan berdampak pada gulungan promosi yang membesar.

Bulan depan saya diundang ke Jakarta untuk memfasilitasi program yang sama bagi pengelola Sekolah Ursulin regio DKI Jakarta dan Jawa Barat. Saya tidak tahu apa yang akan mencuat dalam forum tersebut. Mungkin sama, mungkin beda. Yang terang, pengalaman mengeksplorasi ide di Solo akan saya jadikan referensi bagaimana mempertajam diskusi di sana.

Incoming search terms:

  • apakah diperbolekan promosi sekola lewat mediasosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *