Pengakuan Pertama

Dalam beberapa kali tulisan, saya menyampaikan betapa penting sebuah bisnis dibangun dengan cerita. Cerita dianggap lebih efektif dalam menyampaikan pesan tentang bisnis, baik ke internal maupun eksternal.

Dalam NLP (neuro-linguistic programming), cerita dipercaya mampu membangun kepercayaan pendengar lewat serapan pikiran bawah sadar. Lewat cerita, pesan-pesan khusus suatu bisnis disampaikan secara tepat namun lembut. Pesan-pesan penting bisa diselipkan di tengah-tengah cerita di saat pendengar sedang sangat menikmati sambil mengizinkan pikiran kritisnya istirahat.

Minggu ini kita sudah memasuki tahun baru. Lazimnya, tahun baru ditandai dengan semangat dan strategi baru. Dalam hal ini, tahun baru perlu dibuka dengan cerita baru. Ini penting supaya pelanggan kita lebih percaya akan langkah yang akan kita tempuh di waktu yang akan datang. Penyampaian cerita secara terbuka membuka pula harapan akan keterbukaan bisnis yang kita jalankan.

Setidaknya, ada tiga langkah dalam menyusun cerita bisnis supaya kesan pertama sungguh menancap di benak pelanggan. Ketiganya sudah diuji oleh Paul Smith dalam buku apiknya Lead with A Story; memimpin dengan sebuah cerita.

Pertama, “bisnis saya bukan seperti yang anda pikirkan sebelumnya”. Tahun baru harus menjadi awal yang baik untuk meletakkan dasar kepercayaan bahwa bisnis anda sungguh berbeda dengan bisnis yang ada di benak pelanggan. Jika pelanggan berpikir bahwa bisnis sejenis gagal di tahun lalu, anda harus meyakinkan pelanggan bahwa anda bukan seperti bisnis yang gagal itu. Anda mesti sampaikan keunikan dan keunggulan yang menerangkan bahwa bisnis anda tidak seperti yang dipikirkan pelanggan.

Kedua, “sedikit mengenai saya”. Hasil penelitian menunjukkan bisnis yang sudah lebih dikenal pelanggan akan lebih mudah meraih kepercayaan daripada bisnis yang sama sekali belum dikenal. Angkanya tak main-main, 70% bisnis yang dikenal lebih sukses, sisanya yang 30% akan ditinggalkan pelanggan. Pesan dari hasil penelitian ini adalah betapa penting kita mengenalkan diri kepada pelanggan tentang siapa diri dan bisnis kita.

Ketiga, “mengapa saya berbisnis ini”. Adalah penting bagi pelanggan mengetahui kenapa bisnis anda bergerak di bidang tertentu, lebih-lebih ketika bidang tersebut merupakan bidang yang dibutuhkan pelanggan. Di balik pernyataan ini, pelanggan juga jauh lebih menghargai bisnis yang dikelola secara penuh semangat daripada biasa-biasa saja. Bisnis yang inspiratif lebih memudahkan pelanggan menorehkan kesan khusus bagi bisnis anda sejak awal tahun.

Semangat persiapkan cerita inspiratif supaya langsung mendapatkan pengakuan di hari pertama awal tahun. Semangat tahun baru!

 

Salam pertama,

@AAKuntoA

CoachWriter | www.solusiide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *