Rahasia MLM yang Biarlah Tetap Rahasia

Ajakan untuk pijat tradisional “balur” di perbukitan Menoreh siang tadi sulit untuk ditampik. Selain badan sedang pegal karena beberapa perjalanan antarkota dalam beberapa pekan belakangan, kesempatan belajar langsung dari “mentor kaporit” Among Kurnia Ebo terlalu mahal untuk dilewatkan.

Jadilah siang hingga dinihari ini saya berkesempatan mengunduh banyak ilmu dari pembicara seminar dan workshop enterpreneurship yang kelasnya selalu membludak peserta ini. Ditemani Gus Nugraha Saputra, internet marketer yang menolak disebut mastah, hari ini saya beruntung dilimpahi banyak rahasia menulis copywriting yang sudah terbukti mengantarkannya jadi pembicara RichPreneurship di berbagai kota, melancong ke 56 negara di 5 benua tanpa bisa bahasa Inggris, menraktir makan sate klatak berapa pun teman yang datang di Klatak University setiap Selasa malam, dan tentu saja beribadah-bersedekah tanpa batas setiap saat.

Salah satu rahasia yang diungkapkannya, yang biasanya hanya ia buka di kelas workshop, adalah MLM (Marketing Lewat Media massa). Klop, kami sama-sama lama menjadi wartawan, sama-sama memulai karier sebagai reporter saat mahasiswa. Kami paham benar “daleman” ruang redaksi yang tidak diketahui orang awam: press release yang pasti dimuat, surat pembaca yang layak baca, artikel yang nendang, hingga advertorial yang menjual.

Hebatnya, Ebo sudah berhasil mengonversi “kitab kuno” tersebut menjadi copywriting kekinian yang terutama dibutuhkan kalangan pebisnis. Lihat FB-nya. Sederhana dan kocak. Isinya seputar jalan-jalan, makan-makan, dan omong-omong. Satu-dua statusnya serius. Tanda kurang pijat!

Lalu, di mana RAHASIA MLM-nya? Ini yang saya belum berani mengungkapkannya. Mengapa? Khawatir menyulut kontroversi. Saya saja baru mulai percaya ketika bertandang ke Dusun Sokorejo, Kulon Progo, hari ini, bahwa ternyata ada metode MLM “Membugar Lewat Merokok”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *