Saya! Saya! Saya!

Semangat mahasiswa baru sungguh menyala-nyala. Ini hari kesekian saya bersama mereka. Antusiasme mereka untuk menjadi
mahasiswa yang mandiri, yang lekas punya usaha, yang lekas menghasilkan cashflow semakin menyata.

Hari ini, dalam bursa UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang digelar di kampus, mereka semakin menunjukkan passion-nya. Saat saya pancing dengan ingatan baru bahwa setiap hal yang kita kerjakan di kampus beda dan lebih dibandingkan yang teman-teman mahasiswa kampus lain kerjakan, mereka paham.

Saya sampaikan bahwa UKM, walaupun bukan bagian dari perkuliahan, namun merupakan bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter
mahasiswa yang pengusaha. Kuliah di kelas, dengan kurikulum akademis yang sudah tertentu, meletakkan pondasi kepada mahasiswa akan pentingnya intelektualitas, daya nalar, dan kecakapan analisis. Proses ini penting ditempuh secara serius oleh mahasiswa . Mereka mengangguk tanda sepakat.

Kepada mereka saya ceritakan sekilas bagaimana saya pun pernah menjalankan apa yang saya katakan. Sewaktu kuliah di Sospol UGM, saya bergiat di UKM tingkat universitas, yakni BPPM (Badan Penerbitan Pers Mahasiswa) Balairung. Walau hanya setahun aktif, dan selebihnya memutuskan menjadi jurnalis profesional di Majalah Basis, saya belajar banyak di Balairung. Belajar membaca, belajar menulis. Belajar merencanakan, belajar meliput. Belajar bertanya, belajar menganalisis. Belajar berdiskusi, belajar memimpin. Kemampuan menulis saya terasah tajam bersama teman-teman di sana.

Bahwa UKM merupakan “penyaluran hobi”, demikian saya sampaikan, bagi mahasiswa, hobi tersebut terkait erat dengan proses
menghebatkan diri sebagai pengusaha. Harus ada nilai lebih dari UKM mahasiswa kampus lain. Walaupun bersifat hobi, namun UKM harus lebih kreatif dan produktif. Semangat mengundang cashflow harus menonjol.

Dan mahasiswa sepakat. Tak ada yang bertanya, “Berapa dana yang disediakan kampus untuk setiap UKM?” Tak pula ada yang gelisah,
“Fasilitas apa yang kami dapatkan?”
Mereka mulai tahu siapa mereka: pengusaha. Saat mengacungkan tangan menyatakan diri bergabung di UKM Futsal, mereka sekaligus melontarkan ide untuk rutin berolahraga di lapangan futsal yang sudah ada di luaran. Mereka juga berencana menyelenggarakan kompetisi futsal, selain untuk mengenalkan kampus, juga untuk mengundang cashflow.

Anis, mahasiswi asal Semarang, yang memang sudah punya lapangan futsal di Kota Lunpia sana, langsung mengacungkan tangan menyanggupkan diri sebagai Ketua UKM Futsal. Ia satu-satunya perempuan di UKM itu.

Ini yang luar biasa. Mahasiswa-mahasiswa lain berlomba mengacungkan tangan ketika saya bertanya, “Siapa mau menjadi Ketua UKM Teater?”
“Saya!” “Saya!” “Saya!” Tiada ragu, tiada malu. Joko, yang menyanggupkan diri sebagai Ketua Koperasi Mahasiswa (meski dalam struktur tidak termasuk UKM), dengan lantang bilang, “Sanggup dulu, cara belakangan!”

Rio, mahasiswa yang pelukis kaos dan sepatu, yang pernah punya usaha, yang pernah belajar di Pondok Pesantren Modern Gontor, malah dua kali melambungkan tangan. Akhirnya, ia memilih menjadi Ketua UKM Pers Mahasiswa. Pengikutnya banyak. Sepuluh orang. Saat kumpul di kelompok kecil, mereka siap jadi tim penulis kampus yang andal. Hari ini mereka sudah mulai mengerjakan tugas reportase yang saya berikan.
Satu-per-satu tulisan mereka sudah masuk malam ini di email saya. Bersyukurlah saya mulai punya tim hebat.

Kiky Lubis, yang sewaktu AMT (Achievement Motivation Training; semacam opspek) menjadi satu-satunya mahasiswi yang sempat tidak mau ikut kegiatan menginap karena takut tidak diizinkan Papanya, namun akhirnya menemukan cara meyakinkan orangtuanya di Medan, pagi ini mendeklarasikan diri sebagai Ketua UKM Fotografi. Ia satu-satunya pemilik kamera. Mahasiswa lain belum punya. Mereka akan memulai hunting menggunakan BB dan HP. Tak bergantung alat, mereka mau buktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang belajar.

Salam,

@AAKuntoA

aakuntoa@solusiide.com

Incoming search terms:

  • stiebbank penipu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *