Setuju Hukuman Fisik

setuju hukuman fisikSaya setuju jika guru boleh memberi hukuman fisik. Ya, sesetuju guru juga boleh memberi pujian fisik.

Kalau apa-apa nggak boleh ada fisiknya, ya raga anak nggak boleh ikut ke sekolah. Biar jiwanya saja yang gentayangan ikut pelajaran di kelas.

Kenapa takut dengan hukuman fisik? Kenapa hukuman fisik selalu dilabel sebagai tindak kekerasan berujung kriminalisasi?

Jika mau melabel begitu, tidakkah mengunci pintu sekolah, dan memaksa anak belajar di dalamnya seharian dengan seragam yang sudah ditentukan dan potongan rambut yang sudah digariskan, dengan angka-angka penilaian yang sudah dipatok, dan dengan segala pembatasan, adalah tindak kekerasan? Bukankah itu hukuman fisik sistemik yang lebih jahat?

Orang-orang tak berototlah yang justru ngotot takut kempolnya dicetot!

Simplifikasi berpikir orang-orang yang menuduh angin sebagai penyebab keambrukannya itu serupa dengan bakul oleh-oleh yang rambu-rambunya saya potret ini. Bakul oleh-oleh ini begitu tega menjerat pembeli dengan jebakan kecoak dengan tuduhan merusak, padahal jika sampai ada yang rusak sejatinya karena dia sendiri yang lalai menata dan melindungi barang jualannya sehingga aman.

Mirip orang ambruk itu. Ia menuduh angin sebagai angin tornado yang menumbangkan dirinya. Padahal yang berhembus hanya angin sepoi-sepoi. Ternyata ia terhempas karena ngantuk!

@AAKuntoA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *