Simpati Pelanggan Indosat untuk Telkomsel: Esok Ada Mentari…

Wujud protes peretas nggak usah saya tampilin ya...

Wujud protes peretas nggak usah saya tampilin ya…

Situs resmi Telkomsel diretas! Si peretas protes atas tarif kuota internet provider ini yang mahal. Tuntutannya sederhana: turunkan harga.

Saya bukan pengguna Telkomsel. Sesekali memakainya iya, terutama ketika ada pekerjaan ke daerah-daerah. Selain minum klorokuin supaya tercegah dari malaria, kartu perdana Telkomsel wajib saya selipkan di dompet. Minimal pulsa cukup untuk telepon dan sms seminggu. Jika beruntung paket datanya terpakai—karena pernah pula blank sinyal.

Jangkauan Telkomsel paling luas. Itu janjinya. Dan saya sudah membuktikan. Ke mana pun saya pergi ada sinyal Telkomsel—kecuali tidak.

Kembali pulang, kembali saya pakai Indosat. Kembali saya pakai nomor Mentari-Satelindo 08164271300. Ini nomor yang saya pakai sejak pertama kali bisa beli hp dan kuat beli nomor perdana. Sudah hampir 20 tahun nomor ini bersama saya. Tak pernah ganti, bahkan ketika Satelindo sudah berganti menjadi Indosat dan kini Indosat Ooredoo. Saya beli Rp850 ribu kala saya masih kuliah. Honor menulis saya di Kompas dan Bernas hanya cukup untuk membeli itu. Sisanya untuk membeli Nokia 5110 second (bukan bekas!) seharga hampir dua kali lipat harga nomor itu.

Kenapa tak membeli Telkomsel? Hasrat untuk itu ada namun, dalam hitungan saya kala itu, harga perdana Simpati masih mahal: Rp1,1 juta. Selisihnya cukup untuk membayar SPP satu semester di UGM: Rp225 ribu. Sisa Rp25 ribu-nya saja tak cukup untuk beli pulsa! Masih harus cari tombokan

Telkomsel lebih mahal dari Indosat. Saat itu. Saya beli Indosat karena itu yang saya mampu beli.

Kalau sekarang saya tetap pakai Indosat, apakah karena Indosat lebih murah dari Telkomsel? Tidak. Dalam banyak hal, Telkomsel lebih murah? Apa banyak hal itu? Tidak saya perhatikan. Iklan mereka mengatakan begitu. Saya tidak perhitungkan penawaran itu karena jejaring pertemanan dan klien coaching-training menulis yang sudah kenal nomor saya terlalu mahal untuk saya tinggalkan. (Halah, mereka yang suka berganti nomor aja hidup dan bisnisnya baik-baik saja, bahkan banyak juga yang lebih baik, kok!)

Maka, sampai sekarang, saya tetap pakai nomor Indosat saya. Dan tetap minggir ke kios tiap kali mau mengisi pulsa. Ya, saya pelanggan pra-bayar yang setia. Ini cara terbaik saya untuk mengendalikan pengeluaran untuk cuap-cuap dan cuit-cuit.

Meski tidak pernah menghitung—karena tidak tahu caranya, saya sering merasa bahwa harga pulsa dan kuota internet Indosat mahal. Tapi setiap kali saya merasa begitu, saya buru-buru menghibur diri, “Makanya, kerjanya tambah kenceng supaya bisa beli pulsa tanpa hitung harga.” Sesudah itu saya lebih giat bekerja, salah satunya supaya bisa enteng beli pulsa. Ya, tapi kok tetap mahal. “Sudahlah, daripada kamu ke sana-sana keluar duit bensin, mesti beli tiket, mesti buang waktu….” Diam saya. Ada banyak manfaat yang lebih mahal daripada menggerutui tarif pulsa yang mahal.

Ketika ada orang protes tentang tarif mahal Telkomsel, saya termangu. Ya, termangu saja. Dia mungkin seperti saya, pelanggan setia Telkomsel yang meluapkan kecintaannya dengan cara menghardiknya—tapi saya tidak menghardik Indosat, lho.

Saya? Saya cinta Indosat? Kalau bilang sama dengan penyabot situs Telkomsel itu, lalu apa yang akan saya lakukan kepada Indosat? Apakah saya juga akan protes bahwa tarif telpon dan internet Indosat mahal? Apakah saya akan merebut pelanggan Telkomsel yang sedang patah hati itu untuk kemudian menjodohkannya dengan Indosat?

Oh, sama sekali tidak. Memang saya pelanggan loyal Indosat, namun saya tidak mencintai Indosat. Hubungan saya dengan Indosat sebatas penyedia jasa dan pelanggan. Transaksional saja; cinta tak transaksional. Dan saya pelanggan yang baik: hanya membeli jasanya. Tidak meng-hack seperti ini, sebagaimana juga tidak memromosikan agar orang menggunakan Indosat. Saya bukan penyerang sekaligus bukan pemasar!

Harapan saya sederhana: tulisan saya bisa tayang seperti biasa. Dan pembaca tak perlu tahu saya unggah tulisan ini pakai paket data Indosat atau Telkomsel.

 

Bali, 29 April 2017
@AAKuntoA
www.solusiide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *