Sudah Berdiri, Pers Mahasiswa STIEBBANK

www.KampusPencetakPengusaha.com

Hanya sehari setelah CEO @Putuputrayasa menyampaikan seminar “Wajah Baru @STIEBBANK: Kampus Pencetak Pengusaha”, orang-orang muda luar biasa itu langsung bergerak. Mereka bersepakat mendirikan pers mahasiswa. Usai seminar, pada beberapa mahasiswa yang masih mencecerkan diri di tangga, saya mengajukan permintaan kepada mereka.

“Besok, usai shalat Jumat kita ketemu di sini pukul 14.00 wib. Saya minta teman-teman membawa majalah-majalah kampus lain untuk kita diskusikan.” Kami berpencar.

Esoknya, di waktu yang kami sepakati, kami bertemu di ruang A2. Bertujuh mereka datang: Marcel, Yuni, Emil, Widi, Gentur, Eti, Riyanti, Dadang. Kami duduk melingkar di sudut kiri kelas, merapat di papan tulis putih. Dua spidol non-permanen, hitam dan biru, tergeletak di bibir bawah papan tulis. Satu penghapus menemani diam.

Di permukaan meja yang sudah lapuk sudah terhidang santapan amat lezat. Kami lahap bersama: Majalah Balairung (UGM), Balkon (Balairung Koran) UGM, Innovation (UTY), dan Natas (USD). Sepagian mereka berburu majalah-majalah itu dari kampus ke kampus. Wow, saya merinding mendengarkan cerita bagaimana mereka meraup media-media mahasiswa perguruan tinggi sebelah itu. Di luar, banyak yang tidak mengenal STIEBBANK. Di luar, ada juga yang terbelalak bagaimana STIEBBANK kini memanen banyak peminat, dan memiliki energi yang besar.

Toh, mereka percaya diri memperkenalkan diri. Lebih percaya diri lagi ketika mereka memergoki B-21, markas Balairung dan Balkon, tak lebih buruk dari markas BEM STIEBBANK. Dari dulu, jauh hari sebelum saya bergabung di Majalah Balairung, markas itu tak berubah. Lusuh.

“Yang membedakan, mereka produktif menulis. Juga gemar berdiskusi,” sergah saya. Buru-buru saya timpali, “Kita akan lebih produktif dari mereka.” Mereka setuju. Binar mata mereka memancarkan kebanggaan baru. Saya juluki mereka “pasukan elit”. Ya, pers mahasiswa adalah pasukan elit. “Di saat yang lain kuliah, kita kuliah. Di saat yang lain mencatat, kita mencatat. Di saat yang lain pulang ke kos, kita meliput. Di saat yang lain tidur, kita menulis. Di saat yang lain berdansa menikmati diskon akhir tahun di supermarket, kita berhitung dari mana angka itu muncul… Pasukan elit berlatih 16 kali lebih keras dari pasukan biasa. Sanggup?” Sanggup Om!

Kami lalu bersepakat, Jumat, 30 November 2012, Pers Mahasiswa STIEBBANK berdiri. Kami belum punya nama. Sempat terlintas “Majalah Pengusaha Hebat” di benak saya namun tak saya lontarkan. Saya ingin, soal nama biarlah mereka yang mencari dan menahbiskan.

Saya mengisi spirit dan konsepnya saja. Seperti selalu dibombardirkan @Putuputrayasa di berbagai kesempatan, STIEBBANK harus menjadi kampus pencetak pengusaha yang penulis, selain pengusaha yang pelatih dan pembicara. Harus ada jutaan artikel tentang STIEBBANK di mesin pencari Google. Pers mahasiswa berperan besar untuk memulainya.

Melihat majalah-majalah mahasiswa kampus lain adalah tahap awal. Tahap berikutnya, saya ajak mereka mengacu (bencmark) pada majalah-majalah bisnis profesional: Swa, InfoBank, Kontan, Marketeers, Marketing, dll. Saya berpendapat, supaya lebih memimpin dari kampus-kampus lain, pers mahasiswa STIEBBANK sebaiknya sedari awal menempatkan diri sebagai pers profesional. Ini seturut dari target kita menjadikan majalah terbitan STIEBBANK sebagai rujukan para pengusaha hebat di Indonesia. 1 Maret 2013 nanti, bersamaan dengan kuliah perdana STIEBBANK dalam manajemen baru Hebat Group, saya berharap edisi perdana majalah mahasiswa STIEBBANK sudah terbit. Sebagai latihan, sedari kemarin mereka saya ajari merancang konsep majalah, menata rubrikasi, membahas tema, reportase, wawancara, dan menulis berita.

Senin, 3 Desember 2012 pukul 14.00 wib kami akan bertemu kembali. Marcel akan membawa hasil reportase tentang Roemah Pelantjong dan merek-merek yang berjajar sepanjang jalan Jogja-Dieng (kebetulan, Sabtu-Minggu ini mereka ada acara ke Dieng, Wonosobo-Banjarnegara), Yuni tentang warung di Dieng-Wonosobo, Dadang tentang bengkel Nasmoco Mlati dan pertanian kentang di Dieng, Emil tentang jumlah penumpang-bis-transaksi di Terminal Jombor, Widi tentang hasil wawancara dengan satpam Grha Sarinah Vidi, Gentur tentang kafe baru di Jalan Magelang dan Carica Dieng, dan Eti tentang Resto Raminten.

Kita tunggu oleh-oleh dari para pendiri pers mahasiswa STIEBBANK….

Salam kreatif,

@AAKuntoA

Sekretaris Eksekutif Komite Perubahan STIEBBANK “Kampus Pencetak Pengusaha”

[http://aakuntoa.com; aakuntoa@solusiide.com]

Incoming search terms:

  • stiebbank
  • www kampuspencetakpengusaha com
  • STIEBBANK JOGJA 2013
  • alamat stiebbank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *