Blog

Suara Hati

Tak mudah menjatuhkan pilihan. Apalagi jika pertimbangannya ideologi.

Pagi ini saya memutuskan untuk menggunakan hak politik sebagai warga negara: mencoblos. Ini Pemilu legislatif ke sekian yang saya ikuti, setelah pernah golput-idelogis di penghujung pemerintahan Orde Baru. Sama, pada pemilu kali ini pun sejatinya saya juga dirundung kegalauan. Tak mudah menusukkan pilihan yang sesuai.

Sampai dengan pagi ini, saya masih menimbang-nimbang. Hati saya belum sinkron dengan nalar. Panggilan dan penolakan hinggap seiring. Baru satu calon legislator (caleg) yang saya kantongi namanya. Kepadanya saya beri mandat mewakili rakyat di DPR RI. Sudah teruji kiprah politiknya. Saya sudah merekam  sepak terjangnya di berbagai bidang. Saya mendengarkan sungguh-sungguh penilaian teman-teman tentang sosok ini. Saya pun menyimak betul pemikiran yang ia tulis dalam kampanye berupa poster artikel. Saya mendengarkan bisikan hati untuk menitipkan kepercayaan padanya.