Blog

Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Sekolah

IMG_20160220_225803_459Media sosial itu baik atau buruk? Media sosial itu ada manfaatnya nggak? Boleh nggak bermedia sosial di lingkungan sekolah?

Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat dari belakang kepala peserta FGD (Forum Group Discussion) pengelola Sekolah Ursulin se-regio Jawa Tengah dan Jawa Timur, di Solo, Jumat (19/2). Saya diminta sebagai fasilitator.

Sebagai fasilitator, tentu tugas saya tidak memberondongi materi. Tugas saya adalah menggali potensi yang mereka punya dan memetakan bagaimana optimalisasinya.

Biarkan Teman Bercerita

Sekarang, konsumen bukan lagi raja. Sekarang, konsumen adalah teman. Dalam bisnis, komunikasi dengan konsumen pun tidak lagi searah dari satu sisi. Pelaku bisnis tidak bisa memaksa konsumen untuk menerima informasi sepihak. Teknologi telah memanjakan konsumen mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Asyiknya, bahkan konsumen bisa memerankan diri sebagai pemasar bagi produk yang ia sukai.

Pertanyaannya, apakah sekarang posisi konsumen lebih rendah? Oh tidak. Sebagai teman, bukan raja, harapan konsumen justru lebih tinggi. Pertemanan adalah relasi yang setara, karenanya perlu sikap saling menghargai, karenanya perlu sikap saling percaya, karenanya sungkan untuk menyakiti. Unsur-unsur itulah yang kini justru menaikkan derajat bisnis pada fase yang lebih personal.

Kehadiran media sosial menegaskan perubahan budaya bisnis di atas. Pemasar terutama bagi bisnis kita adalah konsumen. Merekalah yang akan bercerita tentang kita. Hal-hal sederhana yang mereka jumpai, baca, cecap, dan bungkus akan mereka ceritakan kepada teman-teman mereka. Cerita adalah kekuatan. Mudah sekali cerita tersebar.

Incoming search terms:

  • pencetak pengusaha