Blog

Bunga Ahok, Dongeng Masyarakat Cengeng

Ahok-Djarot: leadership with heart (foto: liputan6.com)

Ahok-Djarot: leadership with heart (foto: liputan6.com)

Cengeng sekali mereka. Menangis di teras balaikota. Memenuhi halaman balaikota dengan bunga bernada duka dan nestapa. Sebenarnya mau mereka apa?

Sebentar. Saya jelaskan setelah yang berikut ini:

Saya meneteskan air mata. Terharu. Kata-kata yang tertulis di karangan bunga itu amat menyentuh, alih-alih menggugat. Ada yang mengucapkan terima kasih. Ada yang mengungkapkan cinta. Ada yang memberikan semangat. Ada yang merasa kehilangan.

Ada yang berapi-api. Ada yang puitis. Sungguh berbeda dengan kebanyakan ucapan di karangan bunga.

Muke Lu Jauh

Tahun 2014 ini kita memasuki yang disebut “tahun politik”. Magnet politik seakan begitu kuat menyedot perhatian kita semua. Tiada jeda untuk pembicaraan di luar itu. Jika pun ada jeda langsung diseret-seret ke politik.

Syahdunya, politik yang diagung-agungkan saat ini adalah politik awang-awang. Jauh citra dari pencitraan. Disparitas kenyataan terhadap harapan begitu lebar. Melompat ke seberang tak punya daya, bertahan pun sudah berjinjit di pelupuk jurang. Mungkin hanya rahmat yang bisa menyelamatkan.