Blog

Belajar Menulis

150219 In House CoachingSangat beruntung. Saat sedang menyantap hidangan pada sebuah pesta manten, Minggu (15/2), saya bersua dengan guru menulis saya Pak St Kartono. Langka. Kerap bersua di buku wajah (facebook) namun kami jarang baku tatap di alam nyata. Tentu saja, kesempatan akik (karena sedang tidak tren emas) ini saya manfaatkan apik-apik.

Salah satu topik yang kami pertukarkan adalah agenda “tebar pesona” minggu ini. Beliau ke Jakarta atas undangan Alfa Anindito Pratomo, dan sudah pulang dinihari tadi menumpang maskapai singa, sedang saya ke Sidoarjo atas undangan Suster Lestari Caritas, akan menumpang ular besi petang nanti. Beliau berbagi kepada juru warta—profesi saya dulu, saya berbagi kepada pahlawan bersertifikasi—profesi beliau sekarang. Saling-silang rupanya.

Yang selalu inspiratif dari guru saya ini adalah kesediaannya untuk bertanya pada murid. Pada saya, beliau bertanya, topik apa yang sebaiknya digulirkan kepada jurnalis muda. Sebagai murid yang juga belajar percaya diri, termasuk percaya pada pendapat sendiri, dari beliau, saya tak ragu melontarkan isi kepala kepada beliau.