Blog

Naikkan Harga

Sell the Mentor 1 Arus besar tak harus diikuti. Fokus pada mereka yang mau keluar dari arus yang melemahkan. Fokus pada yang hanya mau naik kelas.

 

Di saat perekonomian disebut-sebut sedang memburuk seperti sekarang, dan banyak orang bersepakat atasnya, dan sebagian dari mereka berjamaah menggerutui keadaan, dan kemudian makin benarlah keburukan itu, saya merasa ini saat yang tepat bagi saya untuk menyampaikan sikap. Bukan sikap yang menentukan perekonomian bangsa, lebih-lebih yang kemudian mengubah keadaan menjadi lebih baik, lebih-lebih yang kemudian mampu membangkitkan orang-orang dari keterpurukan, lebih-lebih membalik keadaan, melainkan hanya untuk mengurangi satu suara bahwa tidak selalu yang umum itu patut diikuti apalagi jadi rujukan kebenaran.

Kelas Inspirasi

CoachWriter? Profesi apa itu? Pekerjaan apa yang dilakukan?

Tak sepi lini masa saya @AAKuntoA @myCoachWriter bertaburan pertanyaan setara. Saya bungah-bungah saja dihampiri nada-nada penasaran seperti itu. Sebungah hasrat untuk menjernihkannya.

Namun, sebelum anda menuai jawaban atas penasaran serupa, dan saya juga menggelindingkan pengertian atas rasa penasaran tersebut, saya ingin bercerita hal lain dulu. Pada akhir cerita ini nanti saya akan kembali ke awal, ke titik ketika pertanyaan-pertanyaan di atas beranjak.

Senin, 16 Maret 2015, esok saya menggabungkan diri dalam Kelas Inspirasi. Selama sehari, saya mengajar di SDN Kebonagung 1, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari kelas satu sampai kelas enam.

Mengajar apa? Sebagaimana semangat Kelas Inspirasi “berbagi inspirasi lewat profesi”, saya bercerita tentang profesi CoachWriter yang selama 3 tahun teranyar saya tekuni dengan pelapis ilmu coaching, mentoring, dan training berpenggerak NLP (neuro-linguistic programming).