Blog

Akal Sehat, Kritisi Aturan

Benar dulu baru mengatur

Benar dulu baru mengatur

Satu-satunya prinsip yang saya pegang ketika berkendara di jalan adalah “utamakan keselamatan”. Keselamatan saya, keselamatan orang lain.

Bagaimana dengan rambu-rambu? Tidak semua saya patuhi. Akal sehat lebih saya kedepankan. Seperti pada tengah malam seperti ini. Umumnya persimpangan jalan sudah sepi. Jika aman, lampu merah saya terabas.

Bagi-Bagi Ide, Mudahkan Tulisan Diingat

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Story Writing yang Reflektif dan Menggerakkan

Tujuan pelatihan menulis (writing training) itu sederhana: peserta bisa menulis. Itu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Pelatihan menulis yang berhasil adalah pelatihan yang membawa peserta “dari tidak bisa menjadi bisa”, “dari bisa menjadi biasa”, dan dari “biasa menjadi otomatis”.

Untuk itu, sebagai pelatih menulis, setiap kali mendapatkan undangan untuk mengisi pelatihan, saya selalu menerjemahkan tema yang diberikan supaya bisa saya konkretkan. Saya tidak mau mengisi pelatihan menulis dengan tujuan yang keliru: membuat peserta tahu teori menulis.

Mengapa Menulis Perlu Undur Diri?

170131 Undur DiriSetiap #tulisan menyimpan cerita. Cerita yang terutama adalah tentang penulisnya. Ya, di balik tulisan apa pun ada pergulatan #penulis. Jika kemudian terhidang tulisan lezat di layar bacamu, bisa jadi tulisan itu diolah dari dapur yang berantakan, yang kokinya berpeluh keringat dan bau kecut.

Maka, banyak penulis yang tak mengizinkan dapurnya dimasuki. Mereka tak mau bumbu-bumbu rahasianya terkuak. Mereka takut resepnya dijiplak. Atau, mereka malu ketahuan jorok. Jaim, jaga image.

Hukuman Hidup untuk yang Nggak Ngapa-ngapain

Hukuman untuk yang nggak ngapa-ngapainKotak pesan saya bergetar. Usai menyantap pepaya, dan menyerutup teh tawar hangat, saya redakan getaran itu.

“Kun, kenapa dia kamu keluarkan dari grup Penulis DOKUDOKU.ID?”

Karena dia nggak ngapa-ngapain di grup kita.

“Silent reader, boleh kan?”

Boleh. Kan kalau lagi baca memang sebaiknya “silent”. Yang nggak boleh itu jadi silent writer.

“Lho, kalau lagi nulis kan sebaiknya juga silent?” balasnya, membalik becandaan saya.

Iya, yang penting ngirim tulisan. Nah, kalau ngirim tulisan aja nggak, artinya dia nggak ngapa-ngapain. Kalau nggak ngapa-ngapain ngapain dia di sini?