Tidak Semestinya Saya Cerita Ini: Bali

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Jika dituruti, setiap hari saya bisa ngopi dan begadang di luar rumah. Sebab, setiap hari selalu saja ada teman atau kolega yang datang ke Bali.

Dari yang datang, hampir semua meninggalkan jejak digital. Jika tak woro-woro di grup WA, “Bro, ada yang tinggal di Bali nggak, ya? Gua ada training di Seminyak nih,” ya pasang status di FB lengkap dengan penanda sedang di bandara asal menuju “Ngurah Rai International Airport Denpasar”.

Linimasa saya dilewati oleh informasi pergerakan itu. Dan saya akan diam saja atau mengabaikan kedatangan mereka jika:

1. Saya tidak sedang di Bali

Ini cukup sering. Walau tinggal di Bali, namun sebagian pekerjaan saya ada di luar pulau ini. Khususnya kelas pelatihan menulis, mau tak mau saya mesti datang ke kota-kota tempat pelatihan diselenggarakan. Teknologi modern seperti Skype atau Hang Out belum jadi pilihan berarti.

2. Saya di Bali namun tidak diajak ngopi

Kecuali kepada teman atau klien dekat, saya memilih tidak sok ramah. Saya tahu diri. Beragam kepentingan mereka datang. Mungkin semua sudah terjadwal, termasuk ngopi dengan siapa.

3. Mereka datang keluarga

Ini garis sakral. Terbayang bagaimana keluarga mereka sudah jauh-jauh hari merencanakan berlibur atau beracara di Bali. Atur jatah cuti dan ngepasin liburan sekolah. Ke Bali adalah kesempatan emas mereka untuk ubyang-ubyunh bersama. Pantang disela!

4. Saya sedang ada pekerjaan

Kebanyakan teman datang ke Bali untuk berlibur. Termasuk yang berkedok pelatihan atau tugas kantor. Diam-diam atau terang-terangan mereka memendam agenda utama: berselancar, berburu makanan, atau berajep-ajep. Abaikan jika benar!

Sementara mereka berlibur, saya di Bali ini bekerja. Walau seharian di rumah namun seharian pula terhubung dengan penyelesaian pekerjaan dengan klien di berbagai lokasi: menulis buku, corat-coret copywriting, coaching secara daring, atau prental-prentil gawean di depan layar.

Huh, jangan dikira, ajakan ngopi tetap berat untuk ditampik!

5. Saya mau nemani ngopi, tapi ketika saya sapa balasan WA mereka, “Wah, aku wis bali!”

@AAKuntoA | 26082017

#menulisbali #balitempatmenulis #wisatamenulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *