Tombol Asosiasi, Menyeberang Jadi Orang Lain

Pelan, sudah menikmati hidup

Pelan, sudah menikmati hidup

Lambat, laju motor di depan saya. Sudah lambat, di tengah pula. Mau didului nanti ke kanan. Mau diserobot nanti menepi ke kiri. Mau diikuti nanti tiba-tiba berhenti.

Klakson? Tidak. Sebagaimana pengemudi motor itu, saya pun tak buru-buru. Tak perlu menghardiknya dengan klakson yang memekak, yang belum tentu membuatnya bergegas.

Sesampai di jalan raya di luar kompleks, pengemudi itu menghentikan motornya. Lampu sein kanan menyala. Ia toleh kanan-kiri hendak menyeberang. Tak kunjung sepi, tak kunjung pula ia maju.

Saat tahu pengemudi itu seorang bapak tua, saya nyalakan “tombol asosiasi”. Saya menyeberangi alam pikir dan rasa bapak itu. Imajinasi saya menari-nari. “Pak, hati-hati di jalan. Pelan-pelan saja. Yang penting selamat,” lamat-lamat terdengar pesan anak-anaknya yang merantau di kota lain. Dan Bapak itu menghargai nasihat anak-anaknya.

“Bapak, penglihatan Bapak sudah berkurang. Kalau naik kendaraan jangan terlalu ke tepi. Hindari lubang. Jika ragu-ragu berhenti saja,” pesan dokter mata saat periksa terakhir. Bapak itu mematuhi anjuran dokter itu sembari bersyukur telah merayakan kejernihan penglihatan sepanjang hidupnya.

Ia pun merenungi diri. Bisa sampai di usia ini bukankah karena selalu hati-hati? Ia sudah membuktikan, hidup yang tak bergegas membawanya kepada panjang usia; persis mengamini doa-doa mereka yang mendoakannya tiap ulang tahun.

Suatu ketika bapak itu periksa ke dokter THT. Ia bertanya, apa yang harus dilakukannya jika saat berkendara ada yang mengagetkannya dari belakang dengan klakson. “Bapak tenang saja. Tidak akan ada klakson untuk Bapak. Semua orang ramah pada Bapak,” hibur sang dokter sembari berbisik lirih kepada bapak itu bahwa pendengarannya sudah hilang. Berterima kasih, bapak itu bergegas pulang, “Terima kasih atas pujian Dokter bahwa saya seorang pemenang!”

Sejak siang itu, saya semakin tak ingin menyalakkan (ya, menyalak, bukan menyala) klakson di jalan. Saya memilih menyalakan tombol asosiasi supaya bisa mengimajinasikan berbagai isi pikiran-perasaan orang, yang tentu bermanfaat untuk daya kreasi menulis saya. Thiiiiinnnn….

Bali, 6 April 2017
@AAKuntoA
#creativewriting #nlp #kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *