Undur Diri, Vikjen Keuskupan Sibolga Pindah Jogja

Undur Diri, Romo Doni Studi Perbandingan Agama

Undur Diri, Romo Doni Studi Perbandingan Agama

Ada dua alternatif judul saya buat untuk tulisan pendek saya di bawah. Saat saya sodorkan di grup WA alumni pelatihan, beragam tanggapan mengemuka. Ada yang pilih judul 1 karena bikin penasaran pembaca, ada yang pilih judul 2 supaya tidak menimbulkan kesan negatif pada pembaca.

Terjadilah diskusi, seperti anda nanti boleh pula sampaikan di kolom komentar tentang judul yang menarik, terutama jika tulisan seperti ini diunggah di media digital:

Judul 1: Undur Diri, Vikjen Keuskupan Sibolga Pindah Jogja

Judul 2: Studi di UIN Sunan Kalijaga, Romo Doni Lepaskan Jabatan Vikjen Keuskupan Sibolga

Ini isi tulisannya:

Memenuhi hasrat belajarnya yang tinggi, Vikjen Keuskupan Sibolga RD Doni Dominikus segera melepaskan jabatannya. Ia akan kuliah lagi.

Romo Doni, demikian pastor diosesan kelahiran Adonara, Keuskupan Larantuka, 52 tahun, ini akan mulai kuliah doktoral di Kota Pendidikan Yogyakarta. Mirip dengan RP Greg Soetomo SJ yang baru saja menjadi doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Romo Doni mulai tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pejabat tinggi di Gereja Katolik ini menjadi mahasiswa di kampus Islam. Selain belajar Islam, di UIN ia akan studi tentang hubungan antariman. Untuk itu, master dari Institut Pontificia Theresianum Roma dengan tesis “A Personal God According to John Henry Newman” ini sudah menyiapkan proposal disertasi “Kontribusi Paham Universalitas Keselamatan dalam Teologi Katolik Terhadap Dialog Antaragama”.

Ditanya tentang mengapa studi hubungan antariman, pastor yang juga dosen Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala, Gunung Sitoli, Nias ini menyampaikan beberapa pandangan.

Pertama, ancaman radikalisme penganut-penganut agama perlu diredam dengan memahami bagaimana relasi antara institusi agama dengan pengikutnya. Studi lintas iman diyakininya penting untuk menyelami ajaran tiap-tiap agama dan keyakinan. Dari sana sikap saling menghormati berakar.

Kedua, “Selaras dengan arah Keuskupan Sibolga yang mendasarkan arah pastoralnya pada analisis sosial. Program keuskupan disusun atas usulan dari bawah.” Di sela-sela Pelatihan ‘Menjadi Penulis Produktif’ yang diselenggarakan Komisi Komsos KWI dan Biro Komsos Keuskupan Sibolga, Sabtu (12/8) di PBI Mela, Kota Sibolga, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Sibolga ini memaparkan betapa pentingnya toleransi antarwarga. Ia tunjukkan peta pemeluk agama.

Secara retoris, Romo Doni menyentil: “Bagaimana kita mau menuntut masyarakat bersikap toleran kalau kita tidak membuka diri belajar agama lain?” Inilah pentingnya dialog antariman.

Ketiga, alasan penting kesediaannya untuk kuliah lagi adalah supaya Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala, Gunung Sitoli, tempatnya menjadi dosen, lekas memiliki lagi dosen berkualifiasi doktor untuk kepentingan akreditasi. Saat ini STP Dian Mandala baru memiliki seorang doktor. Minimal harus ada dua doktor supaya keberlangsungan perguruan tinggi milik Keuskupan Sibolga itu diakui pemerintah.(*)

Pagi ini Romo Doni meninggalkan Sibolga menuju Jogja. Beliau akan tinggal di biara tempat dulu Donny Verdian Heribertus Irwan Wahyu KintokoRetno Hemawati mengelola situs GudegDotNet. Persis di depan Asrama Ampel 2 yang legendaris itu. Tinggal jalan kaki ke kampus.

Di kampus UIN Sunan Kalijaga semoga Romo Doni bisa bersua dengan dosen-dosen hebat seperti Mas Abdur Rozaki dan Mbak Ulyati Retno Sari. Lalu jika sedang banyak tugas, atau enggan keluar rumah karena udara dingin, Romo Doni tinggal pesan makan pada Haji Herbert Gorgom, alumni Kolese de Britto dan UIN Sunan Kalijaga yang arsitek dan juragan nasi goreng kambing.

Plus, sebelum disertasi selesai, enam bulan lagi naskah Romo Doni bisa diajukan ke Mas Hairus Salim untuk diterbitkan di Penerbit Gading–atau nyantrik di LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial) Selain Mas Heru Prasetia, beliau ini pewaris tahta NU. Untuk bertemu dengan pemimpin Muhammadiyah masa depan Iqbal Aji Daryono tunggu sampai sopir truk bergaji ratusan juta di Ostrali ini pulang mBantul.

Selamat datang di Jogja, Romo Doni…

Bali, 15 Agustus 2017
AA Kunto A CoachWriter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *