Untung Mumpung

Saat ini sedang beredar buku Pemimpin Berkaki Rakyat karya Ibnu Subiyanto (Galangpress, 2014). Bersampul merah darah, buku bersubjudul Membangun Partai Berbasis Kader tersebut memajang besar-besar foto Jokowi di sampulnya.

Sepintas, orang bisa menyangka bahwa buku itu merupakan biografi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Wajar saja, tampilan penyuka baju putih lengan panjang digulung itu begitu mencolok. Kalau pun bukan biografi, orang setidaknya menduga bahwa isi buku tersebut mengupas tentang sepak terjang Jokowi dalam aktivitas sebagaimana disinggung dalam judul.

Saya, sebagaimana sebagian dari anda, memilih di luar keduanya. Lewat tanda-tanda tidak adanya tulisan “biografi” atau subjudul “belajar dari Jokowi”, misalnya, saya yakin buku ini memang tidak terutama menampilkan sosok Jokowi. Lebih spesifik lagi, buku ini pasti bukan diterbitkan secara khusus sepersetujuan Jokowi. Foto Jokowi, dan cerita tentang pemikiran Jokowi di beberapa bagian di dalam buku, hanyalah strategi penulisan untuk memikat calon pembaca.

Cara ini di dunia pemasaran disebut ambush marketing. Di penulisan, saya mengusulkan istilah ambush writing. Baik, sementara anda semakin penasaran tentang apa itu ambush writing, saya lanjutkan ceritanya ya…

Saat Jokowi mengumumkan kesediaannya menjalankan penugasan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk menjadi calon presiden 2014, seolah-olah saya merasa sudah memiliki presiden. Saya kemudian juga membayangkan, pengumuman yang kemudian disambut pasar dengan melejitnya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) itu menjadi pertanda sejak saat itu rakyat Indonesia sudah tahu siapa presiden yang akan terpilih.

Bagi penulis, penerbit, atau pelaku industri media, pernyataan politik itu juga berarti pertanda bahwa dalam waktu-waktu ke depan pembicaraan tentang Jokowi bakal terus meningkat. Terang saja, pernyataan di Rumah Pitung Marunda, Jumat, 14 Maret 2014 itu seperti mengamini gemuruh aneka survei yang menangkringkan nama Jokowi di baris teratas figur calon presiden pilihan rakyat.

Gemuruh itu yang kemudian, sebagai contoh, disambut oleh kehadiran buku atau tulisan sejenis dengan buku yang saya sebutkan dalam tulisan ini. Banyak penulis dan penerbit bakal turut menyemarakkan dinamika ini saya pikir.

Nah, menyemarakkan ini boleh kita sebut sebagai timeline ambush writing, yakni merilis tulisan dengan memanfaatkan peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan publik. Akan banyak bermunculan tulisan tentang Jokowi bermunculan selama masa kampanye hingga pemilihan presiden nanti. Secara timeline, pemunculan tulisan pada waktu yang tepat bakal beroleh perhatian yang besar.

Jika di dalam buku ini tertera keterangan “bersamaan dengan pencalonan Jokowi sebagai presiden”, penulis sedang memraktikkan apa yang disebut sebagai on-site ambush writing. Frasa “bersamaan” menggiring pembaca untuk membayangkan bahwa buku ini merupakan kesatuan ide dengan objek penulisan.

Sedangkan penampilan foto Jokowi pada sampul buku bisa kita tandai sebagai praktik personnel ambush writing, yakni menghadirkan figur tertentu untuk memperkuat pikiran pembaca tentang pesan penulis bahwa yang dimaksud sebagai “pemimpin berkaki rakyat” dalam judul buku adalah Jokowi. Plus, yang dimaksud dengan pesan “membangun partai berbasis kader” adalah PDIP.

Semua praktik di atas bisa kita simpulkan sebagai ambush writing by association. Orang Jogja menyebutnya “aji mumpung”. Bahwa apa pun yang ditulis dalam buku memang kemudian dikemas sedemikian rupa supaya diasosiasikan pembaca kepada sosok Jokowi dan PDIP. Asosiasi itu merasuk dalam benak pembaca sebagai persepsi—para praktisi Neuro-Linguistik Programming menyebutnya internal representative system “the map is the teritory”. Bahwa apa yang ditampilkan dalam buku itu bukan yang senyatanya ada di dalam buku itu. Menariknya, penulis-penerbit mengemas sedemikian rupa sehingga persepsi itu seolah-olah nyata.

Menariknya lagi, selesai membaca tulisan ini, tanpa sadar, anda jadi tahu ke mana afiliasi politik saya percayakan…

 

Salam kreatif,

@AAKuntoA

CoachWriter | www.solusiide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *