Usah Lebay, Pilkada DKI Jakarta Sudah Usai

Pertunjukan sudah usai

Pertunjukan sudah usai

Nggak usah terkejut. Hasil Pilkada DKI Jakarta itu biasa banget. Lha di mana-mana kan pemilihan selalu menghasilkan pemenang dan menjungkalkan yang kalah.

Jakarta akan tetap baik-baik saja. Sekaligus Jakarta akan tetap tak baik-baik saja. Siapa pun gubernurnya, Jakarta tetaplah Jakarta. Ini kota pemenang dan pecundang sekaligus. Ini kota pemenang bisa berbalik menjadi pecundang atau pecundang sekonyong-konyong jadi pemenang.

Sesederhana Thamrin yang tiba-tiba macet, dan tiba-tiba meloloskan barisan orang penting dikawal patroli. Jakarta akan tetap menyenangkan bagi mereka yang kalah. Mereka tak akan beringsut dari kota ini.

Sebaliknya, esok mereka sudah ganti kostum untuk perburuan lainnya: tender proyek, lobi-lobi dagang, atau diam-diam menyelinap ke kubu pemenang. Ah, Jakarta ya gitu-gitu aja: kuasa, kesempatan, dan siasat untuk bertahan hidup.

Jakarta juga akan seketika mengubah wajah barisan pemenang. Segera saja akan muncul pasukan sakit hati. Merasa berjasa namun tak kebagian posisi. Dari suka berbalik menjadi murka. Ah, Jakarta ya gitu-gitu aja: kuasa, kesigapan, dan dusta.

Jakarta tetaplah Jakarta. Selesai bertanding, yang menang dan kalah tetap akan bersanding. Air mata tetap akan memuncar, baik karena haru maupun karena cemburu. Tawa tetap akan menggelegak, entah menertawakan atau membalasnya. Sebab, drama adalah nama lain dari kota ini.

Sebagai kota drama, panggungnya hanya dimainkan oleh pelakon itu-itu saja. Alurnya ya begitu saja. Iringannya juga begitu saja. Ujungnya juga begitu saja: entah lucu atau gerutu. Selesai tampil, di balik panggung para pelakon melucuti topeng dan melunturi bedak, lalu keluar di pintu belakang mengantongi honor hasil manggung.

Sementara itu, di podium penonton, tatkala lampu pertunjukan sudah padam dan pendingin ruangan sudah mandeg, keributan tak bisa dihentikan. Mereka berantem, berebut pengakuan bahwa tepuk tangan merekalah yang paling menjadikan pertunjukan meriah. Penonton VIP juga mengklaim bahwa pelakon hanya tampil untuk mereka, dan pasti lakonnya beda jika dilihat dari bangku festival.

Keluar, janji “cash back” dari panitia pertunjukan bagi penonton yang paling antusias pun urung mereka dapatkan. Petugas tiket tempat penukaran dijanjikan sudah pulang. Loket bahkan sudah dibongkar. Poster “nantikan pertunjukan berikutnya” pun sudah disobek. Mereka kehilangan jejak.

Sudah! Pendukung pasangan mana pun kamu hanya penonton. Segera pulang, tidur, dan esok pagi-pagi berangkat ke kantor. Cek, sudah hampir akhir bulan, target omsetmu bulan ini sudah tercapai?

Kalau sudah tercapai, tabung hasilnya. Pilih tabungan yang lebih tepat dan menguntungkan, seperti DI SINI sekarang!

Bali, 19 April 2017
@AAKuntoA
www.solusiide.com | www.dokudoku.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *