Blog

Naikkan Kesadaran Finansial Supaya Tetap Kokoh di Segala Situasi

Jika kita terasing atau terdampar, bagaimana kita tetap bisa hidup?

Jika kita terasing atau terdampar, bagaimana kita tetap bisa hidup?

Cerita berikut ini rasanya bukan monopoli saya. Anda mungkin pernah mendengarnya? Atau anda bagian dari cerita ini?

 # Tiba-tiba berubah

N, teman semasa kuliah, mengirim pesan singkat yang sesingkat itu bikin lidah saya tercekat. Sudah sangat lama kami tidak berkabar. Terakhir, jika tak salah mengingat, saya kirim salam doa untuknya di hari kematian suaminya. Sejak itu, kami hanya saling tahu kabar lewat beranda media sosial. Ia banyak berbagi kisah lewat foto bagaimana membesarkan ketiga anak yang yatim sepeninggal ayahnya.

Kuatkan Sayap untuk Terbang Jauh dan Tinggi Saat Dicap “Kutu Loncat”

Bukan bergantung pada ranting, sebaliknya, bisa mengusung ranting.

Bukan bergantung pada ranting, sebaliknya, bisa mengusung ranting.

“A bird sitting on a tree is never afraid of the branch breaking, because its trust is not on the branch, but on its own wings. Always believe in yourself.” (Charlie Wardle)

Kenapa sekarang saya menjadi agen asuransi? Apakah saya masih menulis?

Dua pertanyaan itu kerap saya dengar langsung dari teman dan kolega yang mengenal saya sejak lama sebagai penulis (writer) dan pelatih penulis (coachwriter). Ada tersembunyi kebingungan apa hubungan kedua pekerjaan tersebut?

Sama-sama berisiko, apa pentingnya pendidikan dan asuransi?

Pendidikan dan asuransi adalah bahasa lain dari berjaga-jagalah sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

Pendidikan dan asuransi adalah bahasa lain dari berjaga-jagalah sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

Pendidikan, yang tak pernah menjamin orang pintar dan sukses, kenapa diminati?

Sedangkan asuransi, yang tak pernah menjamin orang sehat dan hidup panjang, kenapa tak diminati?

Dua pertanyaan itu menggelitik saya. Semoga juga menggelitik anda. Maka, mari kita urai bareng secara ringan dan menyenangkan.

Sederhanakan yang rumit, fokus pada yang paling!

Bermasker, memfilter hanya yang penting.

Bermasker, memfilter hanya yang penting.

Awali 2021, saya sampai pada kesadaran, pandemi covid-19 ini pengingat sangat baik untuk kehidupan. Kehidupan saya sekurang-kurangnya. Syukur jika anda juga merasa demikian.

#pakaimasker

Baik yang saya ucapkan maupun hirup: pilih, saring, batasi. Saya tidak perlu mengomentari semua hal, lebih-lebih tentang sesuatu yang saya tidak tahu persis kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatannya. Maka, tidak semua berita dan posting orang di media massa saya baca dan komentari. Selain membuang waktu, membaca dan menanggapi semua juga tak ada gunanya. Ibarat makan, melahap semua hidangan yang disuguhkan bukannya bikin kenyang melainkan kekenyangan. Berlebihan yang sia-sia.