Blog

Jika Pakde Koko Copywriter Agung, Siapakah Parto Ekrak?

Pakde Koko (pegang HP) bersama beberapa Kagama Jogja di Ndalem Mangunsudiran, 8 Februari 2019. (foto: Albert Pratama)

Pakde Koko (pegang HP) cerita topik “Makanyaaaa!” di tengah beberapa Kagama Jogja di Ndalem Mangunsudiran, 8 Februari 2019. (foto: Albert Pratama)

Berkat tulisan orang kenal, bahkan merasa dekat dan akrab. Saat ajal, orang kehilangan, kemudian lebih-lebih rindu tulisannya.

Pakde Koko meninggal pada Hari Minggu, 1 Agustus 2021. Taburan doa dan ucapan duka sontak membuncah di tengah Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada), menyatakan kehilangan atas berpulangnya alumni Fakultas Psikologi angkatan 1981 tersebut.

Apa arti “bagus” ketika aku mengomentari tulisanmu?

Tulisan mencerminkan isi kepala penulis. Cek tulisan, cek isi kepala penulis.

Tulisan mencerminkan isi kepala penulis. Cek tulisan, cek isi kepala penulis.

Mau tahu, jika saya berkomentar “bagus” terhadap suatu tulisan artinya apa?

Sebelum menjawab pertanyaan itu saya mau cerita.

Sebagai penulis dan pelatih penulis, saya kerap mendapatkan pertanyaan, “Mas, tulisan saya dinilai ya.” Saya selalu jawab, “Ya!” Apakah saya kemudian lekas menilai? Tunggu dulu.

Menilai diri membebaskan batas

Senang mengajar tak serta-merta membikin saya senang menilai. Betah mengajar seharian namun gundah ketika sejam saja duduk sebagai juri memilih karya orang lain; atau sebagai guru membubuhkan nilai.

Bukan soal menilai itu tidak penting. Saya yang merasa tidak sreg menilai; juga tak memiliki bekal memadai bagaimana menilai secara profesional dan adil. Lebih hepi melatih banyak orang lebih cakap menulis daripada menyingkirkan potensi-potensi penulis demi memilih satu-dua yang memenuhi kualifikasi tertentu.

Akhir Batas, Inikah Berkah Covid-19?

Pandemi covid-19 membatasi pergerakan namun tak boleh membatasi kreativitas. Teknologi digital solusi belajar jarak jauh.

Pandemi covid-19 membatasi pergerakan namun tak boleh membatasi kreativitas. Teknologi digital solusi belajar jarak jauh.

Undangan menjadi fasilitator ekskul “creative writing” dari SMAK Penabur Bandar Lampung saya sambut dengan antusias. Bukan karena siap, melainkan karena tertantang untuk beradaptasi dengan kebiasaan belajar-mengajar jarak jauh.

Bukan. Saya tidak jadi guru yang menerangkan teori menulis. Saya tidak jadi mentor yang mencontohkan pengalaman menulis saya. Saya pun tidak jadi trainer yang melatih kecakapan menulis.

Tidak Semestinya Saya Cerita Ini: Bali

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Ke Bali? Saya Tidak Selalu Menemui Anda

Jika dituruti, setiap hari saya bisa ngopi dan begadang di luar rumah. Sebab, setiap hari selalu saja ada teman atau kolega yang datang ke Bali.

Dari yang datang, hampir semua meninggalkan jejak digital. Jika tak woro-woro di grup WA, “Bro, ada yang tinggal di Bali nggak, ya? Gua ada training di Seminyak nih,” ya pasang status di FB lengkap dengan penanda sedang di bandara asal menuju “Ngurah Rai International Airport Denpasar”.