Blog

Kisah Rajawali, Bangkit dan Berdamai dengan Trauma

Kisah penyintas Covid-19: kajian autoetnografisKisah penyintas Covid-19: kajian autoetnografis

Berapa lebar batas hidup dan mati? Berapa tebal batas pengharapan dan kepasrahan? Berapa luas batas amarah dan pengampunan?

Kini saya tahu jawabannya: xxvi+224 halaman buku “Memoar Covid-19″ karya Izak Y. M. Lattu.

Untuk anda yang pernah bergulat dengan Covid-19, baik sebagai pasien, keluarga pasien, tetangga pasien, tenaga medis, relawan/satgas, peneliti, atau apa pun, buku ini sangat layak anda baca. Isi buku ini komplet, berupa catatan penulis sebagai penyintas, kajian penulis sebagai intelektual/dosen, dan refleksi penulis sebagai pendeta dan tokoh lintas agama.

Ganjuran-Sabirin, Jejak Sepeda Kayuh dari Stela Dus hingga De Britto

Dirgahayu 73 Tahun SMA Stella Duce 1 & SMA Kolese de Britto

Dirgahayu 73 Tahun SMA Stella Duce 1 & SMA Kolese de Britto

Ujian sekolah diundur, ujian kehidupan dimajukan. Inilah sebagian kisah, dan alumnae SMA Stella Duce 1 ini tokoh utamanya, hingga saya bisa sekolah di SMA Kolese de Britto.

Oktober 1965 jadwal ujian kelulusan SMP. Diundur. Pecah gestok (gerakan satu oktober); kudeta merangkak militer pada pemerintah berkuasa.

Ibu salah satu peserta ujian itu. Ia bersekolah di SMP Kanisius Ganjuran, Bantul. Masih sangat belia untuk memahami situasi. Radio transistor yang dibeli Mbah Kakung, ayah Ibu, baru layak dengar isi beritanya oleh dua kakak lelakinya: Kangmas Pertama dan Kangmas Kedua.

Tokjo, mengecilkan diri untuk memuliakan bapaknya

Totok Marjo RIPTokjo kependekan dari Totok Mardjo; Totok anaké Mardjo. Totok panggilan dari Mas Hermawan Aswindarto Agustinus, Mardjo panggilan Pak Soemardjo Thomas, bapaknya.

Tokjo jadi pembeda dari Totok lain. Tokjo juga jadi penanda ialah satu-satunya di muka bumi yang empunya nama ini. Hanya dia Totok anak Mardjo. Silakan buktikan.

Ia pergi lintas kota memperkenalkan produk ini, termasuk menemui Rektor De Britto Rm Kuntoro Adi SJ dan berpesan, “Guru-guru tidak boleh sakit.”

Puasa bermedsos, cara detoks dari racun

Yang pernah bermanfaat jadi sampah. Sampah pun bisa kembali bermanfaat jika dibersihkan.

Yang pernah bermanfaat jadi sampah. Sampah pun bisa kembali bermanfaat jika dibersihkan.

Pagi ini sudah seperti yang kuimpi. Matahari belum meninggi tapi sinarnya sudah mendarat di jendela belakang kamar. Tidak kesiangan meski tak jua bangun pagi-pagi.

Kebiasaan lama, sebelum beranjak buka hape yang tertidur di samping kasur. Cek WA tiada pesan masuk. Tak ada warna hijau.

FB, IG, dan Twitter tak kubuka. Sejak semalam aplikas-aplikasi itu kunonaktifkan. Tepatnya aku “sign-out”. Semalam juga, pas pergantian hari, aku “left” dari semua grup WA, kecuali beberapa grup kerja dan grup keluarga inti.

Avatar, Pelarian Orang yang Nggak Mampu

Dengan avatar saja cukupkah menceritakan siapa dirimu?

Dengan avatar saja cukupkah menceritakan siapa dirimu?

Judul “sengak” ini sengaja kupilih untuk mengimbangi “hari avatar” yang tiba-tiba menghiasi dinding fesbuk sejak satu-dua hari kemarin. Jika kamu nggak mampu, boleh kamu sudahi baca tulisan ini. Jika kamu mampu, tahan dan cerna sampai selesai.

Kumulai cerita dari sini:

Kamu yang pernah menjalani wawancara kerja pernah dapat pertanyaan ini, “Ceritakan siapa dirimu.” Lisan. Langsung di depan pewawancara.